Tidak Mungkin Lagi Pemulihan!

0
214

Oleh : IL

2 Tawarikh 36:11-21
Zedekia berumur dua puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja dan sebelas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahnya, dan tidak merendahkan diri di hadapan nabi Yeremia, yang datang membawa pesan TUHAN.
Lagipula ia memberontak terhadap raja Nebukadnezar, yang telah menyuruhnya bersumpah demi Allah. Ia menegarkan tengkuknya dan mengeraskan hatinya dan tidak berbalik kepada TUHAN, Allah Israel.
Juga semua pemimpin di antara para imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain.
Rumah yang dikuduskan TUHAN di Yerusalem itu dinajiskan mereka.
Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.
Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.

TUHAN menggerakkan raja orang Kasdim melawan mereka. Raja itu membunuh teruna mereka dengan pedang dalam rumah kudus mereka, dan tidak menyayangkan teruna atau gadis, orang tua atau orang ubanan — semua diserahkan TUHAN ke dalam tangannya.
Seluruh perkakas rumah Allah, yang besar dan yang kecil, serta harta benda dari rumah TUHAN, harta benda raja dan harta benda para panglimanya, semuanya dibawanya ke Babel.
Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya yang indah-indah.
Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa.
Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun.

Perenungan:
Nats di atas, tentang kehancuran kerajaan Israel adalah ending dari begitu panjangnya tulisan Ezra.
(Meskipun setelahnya dituliskan tentang pemulihan yang Tuhan kerjakan pada jaman raja Koresy – yang dilanjutkan pada Kitab Ezra).

Kitab Tawarikh dimulai dengan silsilah asal usul Israel (1 Tawarikh 1), dilanjutkan dengan sejarah kerajaan Israel (1 Tawarikh 10)
Sebagian besar kitab Tawarikh diisi oleh catatan tentang raja Daud, raja yang sangat berkenan kepada Tuhan.
Kemudian dituliskan juga saat Israel mencapai puncak kejayaan pada masa raja Salomo, serta kemunduran di akhir pemerintahan raja Salomo dan pecahnya Kerajaan Israel menjadi kerajaan Israel (Utara) dan kerajaan Yehuda (Selatan).
Raja-raja Israel (Utara) yang tidak pernah berbalik kepada Tuhan, dan beberapa raja-raja Yehuda masih berbuat benar, namun pada akhirnya semua begitu merosot sehingga sudah meninggalkan Tuhan Allah Israel, sampai Tuhan menyerahkan mereka ke tangan Asyur & Babel. Dan Zedekia raja Yehuda adalah raja terakhir yang dengan mengenaskan melihat dengan mata kepala sendiri anaknya dibunuh,
kemudian ia dicungkil matanya dan ditawan ke Babel dan mati secara tidak terhormat.
Padahal rancangan Tuhan baginya adalah agar ia menyerahkan diri kepada raja Babel, sehingga ia dan keluarganya terpelihara sampai akhir hidupnya akan mati secara terhormat. (Yeremia 34:2-5).
Namun ia tidak taat karena kurang percaya kepada Tuhan, kepada perkataan nabi Tuhan.

Beberapa hal yang raja Zedekia lakukan: (2 Tawarikh 36:11-16)
a. melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahnya,
b. tidak merendahkan diri di hadapan nabi Yeremia, yang datang membawa pesan TUHAN.
c. memberontak terhadap raja Nebukadnezar, padahal ia telah bersumpah demi Allah.
d. menegarkan tengkuknya dan mengeraskan hatinya dan tidak berbalik kepada TUHAN, Allah Israel.
e. Membiarkan dirinya, semua pemimpin di antara para imam
dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain, menajiskan Bait Allah.
f. mengolok-olok utusan-utusan Allah, menghina segala firman-Nya, mengejek nabi-nabi-Nya.

Apa akibatnya? murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan. (2 Tawaraikh 36:16b)

Ckckckck…
Tuhan Allah yang begitu panjang sabar dan besar kasih setianya menyatakan bahwa…. tidak mungkin lagi pemulihan bagi Israel di jaman Zedekia!
Mengapa? Karena tegar tengkuk, mengeraskan hati, tidak mau berbalik!

Ada beberapa kali dicatat dalam sejarah kerajaan Israel & Yehuda, bagaimana Tuhan memberikan kemurahan kepada raja yang begitu jahat seperti Ahab, dan Manasye pada saat mereka mau merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Ternyata..
Dosa kesombongan yang mengakibatkan kebebalan (ditulis dalam 3 istilah: tegar tengkuk, mengeraskan hati, tidak mau berbalik) merupakan penyebab utama tidak terjadinya pemulihan!.

Aplikasi:
Rendahkan hati di hadapan Tuhan, karena itu kunci terjadinya pemulihan.

1 Petrus 5:6
Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here