Menangkap Dengan Tepat

0
71

Oleh : IL

(BE Matius 26:1-13)

Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:
“Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.”
Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas,
dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia.
Tetapi mereka berkata: “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”
Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.
Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini?
Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.”
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

Perenungan:
Menarik sekali cara penulisan narasi yang dipakai oleh Matius pada nats di atas.
Dimulai dengan pernyataan Yesus yang dengan blak-blakan, tanpa menutup-nutupi mengatakan kepada murid-muridNya tentang waktuNya yang sudah sangat dekat.
Dua hari lagi Anak Manusia (yaitu Yesus sendiri) akan diserahkan untuk disalibkan!

Kemudian Matius menuliskan mengenai peristiwa di Betania, di rumah Simon yang disebut si kusta, artinya Simon adalah seorang yang telah menerima mujizat disembuhkan oleh Yesus dari kustanya.
Karena menurut aturan Yahudi, seorang yang berpenyakit kusta wajib hidup terpisah, dikucilkan.
Jadi tidak mungkin Yesus makan di rumah Simon si kusta jika Simon masih berpenyakit kusta.

Apa yang terjadi di rumah Simon tersebut, sehingga Matius mencatatnya?
Ada seorang perempuan mengurapi kepala Yesus dengan minyak wangi yang sangat mahal!
Injil Yohanes menuliskan bahwa perempuan tersebut adalah Maria (saudara Marta & Lazarus).
Dan minyak yang dipakai untuk mengurapi jumlahnya setengah kati.
Lalu..
Apa respon murid-murid Yesus?
Ya …murid-murid Yesus, termasuk Petrus, Yohanes termasuk Matius, sang penulis…bukan hanya Yudas Iskariot…Murid-murid gusar,
Injil Markus menulis bahwa murid-murid memarahi perempuan tersebut, menganggap apa yang dilakukan perempuan tersebut adalah pemborosan yang sia-sia.
Karena minyak tersebut harganya 300 dinar, seharga 1 tahun gaji pekerja harian.

Lalu apa respon Yesus?
Yesus menegur murid-muridNya agar jangan menyusahkan perempuan tersebut.
Mengapa?
a. Apa yang perempuan itu lakukan adalah perbuatan yang baik kepada Yesus
b. Perempuan tersebut sangat menangkap moment penting, di mana Yesus sebentar lagi akan disalibkan & ia ingin mengurapi Yesus terakhir kali, karena waktu kepergianNya sudah sangat dekat.
Yesus dengan blak-blakan mengatakan bahwa hal tersebut adalah persiapan untuk penguburanNya, dan Yesus sudah tidak akan ada lagi bersama-sama murid-muridNya.
Lalu Yesus memberikan peneguhan & reward kepada perempuan tersebut sebagai berikut:
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”
Woww….

Apa yang Matius hendak sampaikan? Tentang menangkap dengan jelas waktunya Tuhan!

Maria, saudara Marta & Lazarus, karena betul-betul menyimak apa yang Yesus katakan, karena hatinya selalu tertuju kepada Tuhan.
Ia menangkap dengan tepat baik rencana Tuhan maupun waktu nya Tuhan!
Sehingga hal ini menggerakkannya melakukan hal yang tepat, hal yang berkenan pada Tuhan, sekalipun hal tersebut terlihat ekstrim & aneh
bagi orang-orang yang tidak menangkap apa yang Tuhan sedang dan akan lakukan.
Bahkan murid-murid yang Yesus telah beritahu dengan blak-blakan bahwa 2 hari lagi telah tiba waktunya Yesus disalibkan saja masih belum sadar… belum ngehh..sehingga ketika Maria mengurapi Yesus sebagai persiapan kematianNya..murid-murid.. bukan hanya Yudas, malah gusar!

Aplikasi:
Bangun hubungan yang erat dengan Tuhan,
sehingga kita dapat menangkap dengan jelas apa yang Tuhan sedang & akan lakukan,
sehingga kita mengetahui waktuNya Tuhan,
sehingga kita dapat bergerak tepat di saat yang tepat,
sehingga apa yang kita lakukan berkenan kepada Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here