Free Will

0
76

Oleh : IL

(BE Matius 26:24)

(BIMK) Memang Anak Manusia akan mati seperti yang tertulis di dalam Alkitab.
Tetapi celakalah orang yang mengkhianati Anak Manusia!
Lebih baik untuk orang itu kalau ia tidak pernah lahir sama sekali!”

Perenungan:
Pernyataan Yesus di atas mengenai pengkhianatan Yudas mengandung makna yang dalam, dan perlu kita renungkan sehingga kita tidak salah menangkap mengenai hal-hal yang Tuhan sudah tentukan dan hal-hal di mana Tuhan memberikan kehendak bebas “free will” bagi manusia ciptaanNya.

Beberapa hal yang dibukakan bagi kita dari nats di atas, antara lain:

  1. Didalam keMaha TahuanNya, Yesus mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi.
    Yesus mengetahui bahwa Yudas lah yang akan mengkhianatiNya.
  2. Apakah Yudas memang sudah ditentukan oleh Tuhan, ditetapkan untuk mengambil peran sebagai murid pengkhianat
    yang menyerahkan Yesus untuk disalibkan? Apakah itu yang menjadi “nasib” Yudas?
    Apakah memang Yudas diciptakan dan ditetapkan untuk menjadi pengkhianat?
    Mari kita lihat perkataan Yesus:
    “Tetapi celakalah orang yang mengkhianati Anak Manusia!
    Lebih baik untuk orang itu kalau ia tidak pernah lahir sama sekali!”

Perkataan “lebih baik orang itu kalau ia tdk pernah lahir sama sekali”
menunjukkan bahwa TUHAN Allah sama sekali tidak menentukan Yudas menjadi seorang pengkhianat.
Apa yang Yudas lakukan adalah sepenuhnya pilihan Yudas, ia menggunakan free will nya, dan dengan sangat sadar memutuskan
untuk mengambil keuntungan dengan menyerahkan Yesus.
Padahal…
Yudas sudah diberi hak istimewa menjadi murid yang Tuhan pilih, menjadi orang yang mendengar langsung pengajaran-pengajaran Yesus,
menjadi orang yang dijelaskan secara terperinci perumpamaan-perumpamaan yang Yesus sampaikan, yang bagi kebanyakan orang merupakan teka-teki dan masih remang-remang..
Yudas juga menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Yesus begitu penuh kasih & penuh kuasa menyembuhkan orang-orang, mengusir setan, bahkan membangkitkan orang mati, dan membangkitkan Lazarus yang sudah menjadi bangkai membusuk!

Di saat-saat terakhir pun, Yesus dengan terang-terangan memperingatkan di hadapan Yudas.
Pertama, Yesus menyatakan bahwa yang mengkhianati, yang menyerahkanNya adalah 1 orang di antara ke 12 murid.

Kedua, Yesus terang-terangan mengutuk orang yang akan melakukan hal itu.
“…. celakalah orang yang mengkhianati Anak Manusia!
Lebih baik untuk orang itu kalau ia tidak pernah lahir sama sekali!”
Itu peringatan yang sangat keras!
Dan Yudas dengan entengnya berbohong dengan mengatakan bahwa tentu saja itu bukan dia.

*Aplikasi:

  1. Menaklukkan kehendak bebas (free will) di bawah otoritas Firman Tuhan,
    sehingga apa yang kita putuskan adalah hal-hal yang berkenan kepada Tuhan.
  2. Menghargai hak istimewa sebagai murid Tuhan, yang mendapat banyak kesempatan mendengar Firman Tuhan.
    Biarlah Firman tersebut dapat bertumbuh dalam hati kita & mengubahkan cara pikir, karakter, sikap, perilaku seturut kehendakNya.
    Jangan sampai menjadi seperti Yudas, yang hanya memiliki status sebagai murid Yesus, namun tidak ada perubahan cara pandang, pola pikir, sikap & perilaku, malah melakukan hal-hal mengikuti kepentingan Kerajaan kegelapan.
  3. Menyadari dan berhati-hati dengan kedagingan karena nafsu akan keuntungan materi dapat membutakan mata hati seseorang, membuatnya memutuskan hal yang fatal, dan berakibat penyesalan yang amat sangat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here