Bersyukur, Bertanggung Jawab & Perbesar Kapasitas

0
76

Oleh : IL

(BE Matius 25:14-30)

“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya,
lalu ia berangkat.
Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan.
Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap.
Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Perenungan:

  1. Tuhan memberikan kepercayaan kepada kita sesuai kemampuan kita masing-masing.
  2. Tuhan menghargai orang-orang yang dapat dipercaya, yang melakukan dengan sungguh-sungguh kepercayaan yang Tuhan berikan.
    Penghargaan yang Tuhan berikan kepada hamba yang menghasilkan 2 talenta sama dengan penghargaan yang Tuhan berikan kepada hamba yang menghasilkan 5 talenta.
    Jadi, yang Tuhan hargai adalah usaha kita, bagaimana kita telah sungguh-sungguh melakukan tanggung jawab yang Tuhan percayakan.
  3. Tuhan murka kepada orang-orang yang tidak menghargai apa yang Tuhan sudah percayakan,
    kepada orang-orang yang tidak melakukan tanggung jawabnya,
    kepada orang-orang yang iri hati karena orang lain dipercaya lebih besar,
    kepada orang-orang yang suka berdalih,
    kepada orang-orang suka menyalahkan pihak lain, bahkan menyalahkan Tuhan,
    padahal orang tersebut telah lalai dan menolak melakukan bagiannya.
    Ada 3 sebutan yang Tuhan berikan: hamba yang jahat, malas, tidak berguna.
    Dan….setelah hamba tersebut mengembalikan 1 talenta milik tuannya…apakah ia dapat pergi begitu saja?
    No!
    Ada hukuman! Tuhan menuntut pertanggung jawaban dari setiap pribadi.
  4. Satu talenta dari hamba yang tidak bertanggung jawab, diberikan kepada hamba yang mempunyai 10 talenta.
    Artinya:
    a. 5 talenta yang dihasilkan tidak Tuhan ambil.
    Tuhan memberikannya bagi hamba yang dipercaya 5 talenta tersebut, sehingga ia mempunyai 10 talenta.
    Sesungguhnya…
    Keuntungan bila kita bertanggung jawab mengelola apa yang Tuhan percayakan, adalah untuk kita sendiri, bukan untuk Tuhan!
    b. Semakin besar kapasitas seseorang, tanpa ragu-ragu Tuhan menambah-nambahkan kepercayaan kepada orang tersebut.
  5. Ada reward yang Tuhan berikan kepada hamba-hambaNya yang setia, namun ada hukuman bagi yang tidak bertanggung jawab.

Aplikasi:

  1. Bersyukur & menghargai sungguh-sungguh apa yang Tuhan sudah percayakan, baik keluarga, pelayanan & pekerjaan kita.
    Setia melakukan apa yang menjadi bagian kita, memberikan buah, menjadi alat kemuliaan Tuhan di mana pun Tuhan tempatkan.
  2. Tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain, tidak iri hati karena ada orang yang diberi kepercayaan untuk mengelola hal yang lebih besar oleh Tuhan.
    Karena Tuhan memberi sesuai kemampuan kita, bukan sesuai keinginan kita.
  3. Setia atas setiap yang Tuhan percayakan, mempersiapkan diri, memperbesar kapasitas kita karena setelah setiap hal yang kita lakukan dengan tanggung jawab, Tuhan akan memberi kepercayaan yang lebih lagi.
  4. Hidup dengan berhikmat & bijaksana.
    Jangan sampai melalaikan tanggung jawab yang Tuhan Pencipta telah berikan.
    Suatu saat kita bertemu muka dengan muka dengan Tuhan Allah Pencipta kita, bagaimana kita telah menjalani hidup, kita harus mempertanggung jawabkan pada Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here