Lidah, Telinga & Hati Seorang Murid

0
147

Oleh : IL

Yesaya 50:4-9
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.
Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.
Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.
Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.
Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.
Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku?
Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku!
Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?
Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka.

Perenungan:

  1. Apa yang terjadi ketika umat Tuhan memiliki hati seorang murid, yang selalu mau diajar oleh Tuhan, Sang Guru Agung?
    a. Diberi lidah seorang murid
    Diberikan hikmat untuk berkata-kata yang tepat & berkuasa, sehingga lewat perkataannya, orang-orang yang letih lesu dikuatkan,
    memberikan dampak yang luar biasa kepada siapa ia dipertemukan.

b. Diberi telinga seorang murid
Diberikan kepekaan untuk mendengar arahan & tuntunan Tuhan.

  1. Apa respon yang tepat ketika menerima arahan Tuhan?
    a. Membuka diri untuk taat perintah Tuhan (tidak memberontak)
    b. Sungguh-sungguh mau mendengar, tidak menolak (tidak berpaling ke belakang)
    ==> Hati seorang murid
  2. Bagi Yesaya, di dalam ketaatannya, tidak mudah untuk mengikuti apa yang Tuhan suruhkan.
    Nabi Yesaya diperintahkan oleh Tuhan untuk menyampaikan perkataan Tuhan, berupa nubuatan-nubuatan yang tidak enak didengar mengenai kejatuhan Yehuda. Dan apakah yang ia terima?
    Penganiayaan demi penganiayaan! Punggungnya dipukuli, janggutnya dicabuti, mukanya diludahi.
    Sungguh-sungguh disiksa & dipermalukan!
  3. Lalu bagaimana respon nabi Yesaya, yang telah menaati perintah Tuhan namun malah mengalami hal-hal yang sangat buruk? (Ayat 7-9)
    a. Tetap percaya akan pertolongan Tuhan
    (Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku;)
    b. Tetap percaya akan pembelaan Tuhan
    (sebab itu aku tidak mendapat noda.)
    c. Tetap teguh mengikut Tuhan, tetap teguh menaati Tuhan, tetap teguh tidak kecewa.
    (Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.)
    d. Yakin bahwa kebenaran dari Tuhan akan segera dinyatakan
    (Dia yang menyatakan aku benar telah dekat.)
    e. Tetap berani menyatakan kebenaran
    (Siapakah yang berani berbantah dengan aku?
    Marilah kita tampil bersama-sama!
    Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku!)
    f. Tetap yakin ketika di pihak Tuhan, maka tidak ada lawan yang akan bertahan
    (Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?)
    g. Tetap yakin akan tiba masanya kehancuran di pihak orang yang melawan Tuhan
    (Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka.)

Aplikasi:

  1. Datang pada Tuhan setiap pagi
    – untuk menerima arahan & tuntunan-Nya, (telinga seorg murid)
    – untuk diberi hikmat bagaimana harus berkata-kata yang menguatkan, & bukan melemahkan.
    (Lidah seorang murid)
  2. Merespon dengan taat penuh (hati seorang murid) sekalipun yang dialami tidak seperti yang diharapkan, bahkan ada penganiayaan yang Tuhan ijinkan terjadi.
  3. Tetap teguh mengikut & menaati Tuhan, percaya akan pertolonganNya, pembelaan-Nya & keadilan-Nya yang akan memunculkan kebenaran pada waktuNya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here