Anak-Anak Allah Pencipta

0
138

Oleh : IL

Yesaya 43:6b-7
Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi,
semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!”

Perenungan:

  1. Allah Pencipta memanggil umat-Nya dengan anak-anak-Ku!
    Woww! Luar biasa!
    Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah Pencipta, yang diciptakan untuk menjalin hubungan sebagai anak terhadap Bapa sekaligus Pencipta.
  2. Umat Tuhan disebut, dipanggil dengan nama Allah
    Israel artinya laskar Allah, bergumul dengan Allah.
    Bahkan sampai saat ini pun, umat Tuhan dipanggil dengan sebutan Kristen.
    (Christian) yaitu pengikut Kristus (Christ).
    Betapa bangga nya kita, manusia ciptaan tapi memiliki identitas yang sungguh-sungguh istimewa, bukan karena kita lebih hebat dari orang lain,
    tetapi karena Pemilik kita adalah Allah Pencipta, Penebus, yang adalah Bapa yang kekal.
    Ayah atau bapa di dunia hanya sementara tetapi kita memiliki Bapa yang kekal, selama-lamanya sampai di kekekalan.
  3. Tuhan Allah Pencipta memberitahukan tujuan, purpose bagi umat-Nya, sebagai berikut:
    (7b) Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku,

Ketika manusia menjalani hidup hanya mencari kemuliaan untuk dirinya sendiri, maka selalu akan berakhir dengan ketidak puasan, kehancuran, bahkan kebinasaan!
Ada ruang kosong dalam hati manusia, yang hanya dapat diisi oleh Bapa Pencipta.
Ketika hidup manusia diisi dengan hal-hal yang berharga, yang memuliakan Allah..di situlah hidupnya benar-benar maksimal, penuh!
Mengapa? Karena untuk itulah manusia diciptakan.

  1. Tuhan Allah menciptakan, juga membentuk
    Semua manusia pasti akan mengalami tantangan dan masalah ketika menjalani kehidupan di dunia.
    Tidak ada seorang pun manusia yang hidupnya bebas dari masalah pergumulan.
    Mengapa?
    Karena Tuhan membentuk manusia lewat semua masalah tersebut.
    Problema kehidupan merupakan kurikulum yang harus dijalani agar menghasilkan karakter dan buah-buah yang baik, membentuk menjadi semakin serupa dengan Bapa Pencipta kita.

Aplikasi:

  1. Menyadari hubungan spesial yang kita miliki dengan Allah Pencipta, yaitu kita sebagai anak-anak Allah, Allah adalah Bapa kita.

Galatia 3:26
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

  1. Jalin hubungan yang erat dengan Bapa kita, panggil, berkomunikasi, konsultasi, curhat, dan dengan percaya bahwa Bapa akan menjawab anak-anakNya.

Yeremia 33:3
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami,
yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

1 Yohanes 5:14
Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

  1. Berpikir, berkata-kata, bersikap & berperilaku sebagaimana layaknya anak-anak Allah, menjaga kekudusan hidup, memiliki nilai-nilai Kerajaan Allah, bukan nilai-nilai kerajaan dunia, kerajaan diri sendiri, atau bahkan kerajaan kegelapan.

Roma 12:1-2
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu
sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

  1. Berjalan dengan kuasa dan otoritas yang Allah Bapa telah berikan, melakukan pekerjaan Kerajaan Allah.

Yohanes 1:12
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

  1. Menyadari bahwa setiap proses yang Tuhan ijinkan adalah untuk membentuk kita agar mencapai target seperti yang Tuhan mau, yaitu serupa Kristus, untuk memperlengkapi kita siap dipakai menjadi alat kemuliaan-Nya.

Roma 5:3-5
Dan bukan hanya itu saja.
Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, ….

  1. Menghidupi panggilan hidup kita sesuai tujuan Pencipta, yaitu kita diciptakan untuk kemuliaan Tuhan.
    Tidak lagi hidup mencari kemuliaan diri.
    Tidak lagi memuliakan hal-hal lain selain Allah.
    Cek apakah nilai-nilai yang kita hidupi masih memuja materi & kemewahan?
    Cek apakah ada ilah-ilah yang kita utamakan lebih dari mengutamakan Allah Bapa Pencipta kita?
    Cek adakah hal-hal yang menjauhkan kita dari rancangan Allah Bapa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here