Menghampiri Allah Untuk Mendengar

0
139

Oleh : IL

Pengkhotbah 5:1-2
Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah!
Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat.
Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.

Perenungan:
Apa yang kita lakukan ketika kita menghadap Tuhan?
Kebanyakan dari kita akan menjawab… berdoa.
Ya, ketika datang menghadap Tuhan kita sudah menyiapkan begitu banyak permintaan.
Mulai dari meminta untuk diriku, keluargaku, hal-hal yang berkaitan denganku.
Ketika berdoa syafaat juga kita meminta dan meminta hal-hal yang berkaitan dengan lingkup yang lebih luas, seperti untuk kota, negara, dunia.
Kita juga bersyukur memuji-muji Tuhan untuk perbuatan-erbuatanNya yang besar dalam hidup kita.
Intinya kita datang pada Tuhan kebanyakan diisi dengan kata-kata kita.

Menarik sekali ketika membaca apa yang pengkotbah ajarkan.
Pengkotbah mengajarkan agar kita datang menghampiri Tuhan untuk mendengar!
Woww….

Pengkotbah mengajarkan tips bagaimana sikap yang sepatutnya ketika datang pada Tuhan:

  1. Jangan hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah
    Mengapa “hati” dan bukan “mulut”?
    Karena Tuhan tidak melihat yang di luar, Tuhan selalu melihat jauh ke dalam hati manusia.

Apakah kita dengan tulus datang kepada Tuhan ingin mendengar suara Tuhan? ingin dikoreksi diperbaiki?
Ataukah seperti seorang yang sedang mengeluarkan uneg-uneg, berkata-kata terus dan setelah puas langsung pergi, tidak merasa butuh perkataan dari lawan bicara.
Atau dengan sok hebat, mendatangi Tuhan dengan membawa setumpuk persembahan tanpa hati yang bertobat?
Ketika kita melakukan hal itu, disebutkan oleh pengkotbah sebagai orang bodoh.
Yang tidak sadar bahwa ia telah berbuat jahat.

  1. Biarlah perkataanmu sedikit
    Sering kita datang pada Tuhan bukan saja dengan membawa setumpuk daftar permintaan, namun juga dengan segudang cara
    yang meminta Tuhan mengikuti apa yang kita pikir terbaik.

Ketika datang pada Tuhan, yang Maha tahu, Sumber segala hikmat, Maha Kuasa, Pemegang Otoritas & kendali atas semuanya…sepantasnya dan selayaknya kita merendahkan diri..untuk taat mengikuti kemauan Tuhan, bukan sebaliknya.

Doa adalah menyelaraskan hati, pikiran & kehendak kita dengan kehendak Tuhan, bukan sebaliknya.

Sehingga jalan terbaik adalah banyak banyak mendengar untukk dapat peka menangkap apa yang Tuhan mau, apa yang Tuhan mau kerjakan melalui kita, apa yang Tuhan rancangkan dalam lingkup luas.

Salomo menerima begitu banyak hikmat dari Tuhan tidak serta merta menerima hikmat begitu saja seperti mentransfer data ke dalam komputer.
Tapi melalui hubungan dengan Tuhan, yang menuntun Salomo ketika meneliti dunia, orang-orang, dan binatang-binatang.

Aplikasi:
Mari datang kepada Tuhan untuk mendengarkan suara Tuhan, arahan-arahanNya, teguran-teguranNya, untuk menerima rancanganNya. Lalu dengan hati tulus dan rela, kita bersedia untuk menaatiNya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here