Relfleksi

0
115

Oleh : AP

Pengkhotbah 7:1-4 (TB) Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran.
Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.
Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega.
Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria.

Perenungan
Semua orang sepertinya lebih suka diundang ke pesta ulang tahun, pernikahan, selebrasi dan sebagainya.
Jarang ada yang suka diundang ke rumah duka, biasanya orang datang ke rumah duka dengan inisiatif sendiri untuk menghibur Keluarga yang ditinggalkan.

Memikirkan tentang kematian seharusnya membuat seseorang sadar bahwa hidup adalah singkat dan membuat seseorang mengintrospeksi diri sendiri dan keberadaan nya dan tentang penciptanya.
Tetapi pesta pora hanya membuat seseorang memuaskan dirinya dan melupakan pergumulannya untuk sementara waktu saja.

Penerapan
Refleksi akan kehidupan perlu dilakukan.
Kadang seseorang bisa lupa diri ketika dalam keadaan nyaman, kaya, tanpa masalah, sukses.
Melihat keadaan orang lain dalam keadaan dukacita bisa membuat seseorang berfikir dan empati.
Melihat kematian seseorang membuat kita berpikir tentang kekekalan.
Dan Kekekalan di masa datang ditentukan oleh keputusan untuk mengikuti Sang Juru Selamat ketika kita masih hidup di dunia.

Please Make a Right Decision for you in Eternity.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here