Tidak Akan Berdiam Diri… Sampai….

0
114

Oleh : Il

Yesaya 62:1-5
Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.
Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri.
Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu.
Engkau tidak akan disebut lagi “yang ditinggalkan suami”, dan negerimu tidak akan disebut lagi “yang sunyi”, tetapi engkau akan dinamai “yang berkenan kepada-Ku” dan negerimu “yang bersuami”, sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami.
Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu,
dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

Perenungan:
Dalam menjalankan pelayanannya menyampaikan teguran, nubuat, perkataan Tuhan kepada raja-raja Yehuda, pemimpin-pemimpin dan rakyat Yehuda, nabi Yesaya mengalami banyak tantangan, penolakan, bahkan penganiayaan.
Namun, di hampir akhir kitabnya… Yesaya tetap berkata…. “aku tidak dapat berdiam diri,” “aku tidak akan tinggal tenang,”

Sampai kapan?
Sampai ada pertobatan! Woww….
(sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.
Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu,)

Perkataan Yesaya di atas memperlihatkan betapa nabi Yesaya memiliki hati Bapa, hati yang selaras dengan Tuhan.
Hati yang penuh belas kasihan sekaligus memegang teguh kebenaran.

Mengapa Yesaya bisa begitu teguh untuk menyampaikan perkataan Tuhan? karena Yesaya tahu benar tentang pengharapan di dalam Tuhan, (ayat 3-5) sehingga sekalipun yang terlihat masih berupa keterpurukan, namun mata rohani nya melihat jauh ke depan, kepada rancangan Tuhan yang begitu indah, rancangan damai sejahtera….dan pemulihan (ditinggalkan menjadi bersuami, negri yang sunyi menjadi yang berkenan kepada Tuhan).

*Aplikasi:

  1. Tidak berdiam diri, tidak berhenti, tidak kecewa sekalipun sepertinya orang menolak saat kita menyampaikan Firman Tuhan.
  2. Minta Tuhan memberikan hati yang berbelas kasihan seperti hati Tuhan sendiri, agar kita dapat melihat seperti Tuhan melihat, dan dimampukan bertindak selaras dengan kehendakNya.
  3. Miliki pandangan yang jauh ke depan, kepada rancanganNya yang luar biasa, rancangan pemulihan, bahkan rancangan yang sampai di kekekalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here