Mengajak Murtad

0
124

Oleh : IL

Dalam Yeremia 28 dan 29 disebutkan hukuman terhadap nabi-nabi yang mengajak umat Tuhan untuk murtad kepada Tuhan, yang mengajak umat untuk melawan Tuhan dengan mengabaikan peringatan-peringatan Tuhan.

Yeremia 28:15-17
Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya:
“Dengarkanlah, hai Hananya!
TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.
Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi.
Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN.
Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.

Yeremia 29:21-23
Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, tentang Ahab bin Kolaya dan tentang Zedekia bin Maaseya, orang-orang yang bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku:
Sesungguhnya Aku akan menyerahkan mereka ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, yang akan memarang mereka mati di depan matamu sendiri, sehingga dari keadaan mereka akan dijadikan suatu kutuk oleh semua orang buangan dari Yehuda yang ada di Babel, demikian:
Biarlah TUHAN memperlakukan kamu seperti Zedekia dan Ahab yang telah dipanggang oleh raja negeri Babel di dalam api!, oleh karena mereka telah melakukan kebebalan di Israel, telah berzinah dengan isteri sesama mereka dan telah mengucapkan demi nama-Ku perkataan dusta yang tidak Kupesankan kepada mereka. Aku sendirilah yang mengetahui dan menyaksikannya, demikianlah firman TUHAN.”

Hukuman kepada mereka adalah mati!
Ya, Tuhan begitu tegas terhadap dosa pemimpin rohani yang mengakibatkan umat Tuhan mengabaikan & tidak percaya kepada Firman Tuhan,
mengajak untuk mempercayai kebohongan.
Tuhan tidak ingin penyesat-penyesat tersebut lebih lama tinggal di bumi dan membuat makin banyak umat Tuhan makin jauh dari Tuhan. (16b – Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi.)

Aplikasi:

  1. Sebagai pemimpin rohani, harus sungguh-sungguh berhati-hati dengan apa yang disampaikan kepada umat Tuhan.
    Apa yang disampaikan harus sungguh-sungguh yang berasal dari Tuhan.
    Sehingga pemimpin-pemimpin rohani, para hamba Tuhan harus benar-benar terhubung dengan Tuhan agar tahu apa yang Tuhan kehendaki, tahu apa yang Tuhan ingin ia sampaikan kepada umat Tuhan.
    Menyampaikan perkataan-perkataan yang hanya menyenangkan manusia, bukan perkara remeh, karena bisa mengakibatkan umat Tuhan tidak mempercayai kebenaran, menolak firman Tuhan, dan tidak bertobat!
    Inilah yang disebut dengan mengajak murtad. Dan hukumannya sangatlah berat!
  2. Sebagai pemimpin rohani juga dituntut untuk berperilaku yang sesuai standar Tuhan.
    Tuhan juga menyebutkan dengan terang-terangan tentang dosa perzinahan yang dilakukan Zedekia & Ahab, nabi-nabi palsu yang menyesatkan umat Tuhan itu.
    Tuhan bongkar dosa-dosa tersembunyi yang dilakukan mereka, Tuhan berkata “Aku sendirilah yang mengetahui dan menyaksikannya,”
    Integritas seorang pemimpin rohani, bukan hanya berhubungan dengan tanggung jawab di hadapan jemaat, namun merupakan tanggung jawab yang besar di hadapan Tuhan Allah!
  3. Sebagai umat Tuhan, pelajari sungguh-sungguh Firman Tuhan agar tahu mana yang dari Tuhan & mana yang bukan dari Tuhan, agar tidak ikut tersesat dan murtad.
    Jangan hanya mengkonsumsi kotbah-kotbah tanpa menguji kebenarannya, membandingkan dengan Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab.

Kisah Para Rasul 17:11
Orang-orang Yahudi di kota itu (Berea) lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here