Membantu VS Mencelakakan !

0
144

Oleh : IL

1 Raja-raja 21:4-10, 16-19

Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: “Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku.”
Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan.
Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya:
“Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?”
Lalu jawabnya kepadanya:
“Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu:
Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya.
Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu.”
Kata Izebel, isterinya, kepadanya:
“Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel?
Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira!
Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu.”
Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot.
Dalam surat itu ditulisnya demikian:
“Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat.
Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja.
Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati.”

Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab:
“Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati.”
Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.
Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya:
“Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.
Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu.”

Perenungan:
Izebel merasa sudah membantu suaminya, yaitu raja Ahab, untuk mendapatkan apa yang diinginkannya yaitu kebun anggur Nabot.
Izebel merasa sudah berbuat baik dan membahagiakan suaminya.
Apakah benar demikian?

Peristiwa pembunuhan Nabot dan perampasan kebun anggur Nabot itu membawa hukuman Tuhan kepada raja Ahab, dan Izebel tentunya sebagai pelaku utama.
Raja Ahab mati dengan darahnya dijilati anjing di tempat Nabot dirajam batu, (1 Raja-Raja 22) dan Izebel pun mati dengan cara mengenaskan yaitu dimakan anjing sehingga hanya tersisa kepala, kedua tangan dan kedua kakinya. (2 Raja-Raja 9).

Apakah buah dari sebuah kejahatan selain dari kebinasaan & ketidakhormatan?
Izebel menghalalkan segala cara demi mendapatkan kebun anggur Nabot bagi suaminya, apa yang ia pikir membantu sebenarnya adalah mencelakakan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here