Assets or Liabilities?

0
156

Oleh : AP

Amsal 21:17, 20 (TB) Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan, orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.
Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.

Perenungan
Minyak
Minyak (biasanya dari buah zaitun) di Israel melambangkan sesuatu yang berharga.
Minyak bisa dipakai untuk memasak (adonan roti) dan juga dipakai untuk mengobati luka.
Beberapa minyak berharga mahal sekali seperti Mur atau Narwastu yang dituangkan ke kepala dan kaki Yesus.
Minyak juga bisa berarti lemak binatang yang bisa dipakai berbagai kebutuhan termasuk untuk penerangan dan obor.

Anggur
Anggur banyak digunakan sebagai kata untuk sukacita, sesuatu yang manis, dipakai untuk pesta dan status seseorang.
Anggur juga bisa memabukkan, selalu ada di istana raja.
Anggur juga dipakai untuk persembahan (libation) di mezbah Tuhan.

Penerapan
Robert T Kiyosaki dalam bukunya yang sangat terkenal “Rich Dad Poor Dad” mengingatkan tentang aset dan kewajiban.
Aset yang menjadi kewajiban akan menggerus aset itu sendiri.

Anggur dan Minyak melambangkan sesuatu yang berharga, mahal, penting dan menjadi prestise dalam kehidupan seseorang.
Amsal 21:17-20 mengingatkan kita agar bijaksana dalam mengatur dan menggunakan barang-barang mahal ini (termasuk barang mewah lainnya di zaman sekarang mungkin bisa berupa perhiasan, mobil, rumah, uang, pesta, minuman keras dan sebagainya).

Kehidupan yang berfoya-foya dan bergaya hidup mewah yang berlebihan akan membuat miskin penggunanya.
Ada yang senang dengan minuman keras dan menghabiskan jutaan rupiah satu kali pesta.
Ada yang hobi koleksi sesuatu yang ketika dibutuhkan harganya jatuh sekali.

Sekali lagi Amsal mengingatkan pengendalian diri akan sesuatu yang konsumtif agar dipakai secukupnya jangan berlebihan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here