Calling

0
143

Oleh : AP

Amos 7:10, 12-15 (TB) Lalu Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan: “Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel; negeri ini tidak dapat lagi menahan segala perkataannya.
Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: “Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana!
Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan.”
Jawab Amos kepada Amazia: “Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.
Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.

Perenungan dan Penerapan
Seorang peternak dan pemungut buah menjadi nabi yang berani menubuatkan kehancuran seorang raja dan sebuah negara?
Itu yang Amazia pikirkan…. keterlaluan
Ada beberapa yang bisa dipelajari dari beberapa ayat ini.

  1. Lebih mementingkan jabatan daripada calling
    Amazia adalah seorang imam…ia bangga dan merasa mempunyai wewenang sebagai imam di Betel
    Tetapi ia masa bodoh dengan kebenaran karena yang disembah dan dilayaninya adalah berhala (patung lembu Yerobeam).
    Amaziah lebih mementingkan jabatannya daripada arti jabatan imam dari Tuhan.
  2. Lebih mementingkan kedudukan raja daripada teguran Tuhan
    Kepentingan adalah di atas segalanya…tidak ada musuh abadi yang ada adalah kepentingan abadi.
    Rakyat mulai mendengar Firman dan ini dianggap ancaman besar untuk imam dan Raja.
    Amaziah tidak peduli akan kebobrokan iman dan kehidupan spiritual rakyat ia lebih mementingkan kedudukan.
  3. Menganggap calling nya sebagai pekerjaan
    Panggilan Nabi dan Imam adalah panggilan dari Tuhan.
    Amaziah menganggap ini hanya sebagai pekerjaan / karier untuk mendapatkan uang saja bukan pelayanan lagi.
    Calling bukan soal pekerjaan seperti pekerjaan di kantor .. calling berbicara tentang dampak kita kepada sesama sebagai tugas dari Tuhan.
  4. Menggantikan kemuliaan Tuhan dengan yang lainnya
    Amazia menganggap mezbah dan panggilan adalah untuk kemuliaan raja dan negara.
    Jangan menggantikan pelayanan untuk Tuhan menjadi politik
  5. Amos menganggap tugasnya adalah sebuah calling dari Tuhan dan harus dilakukan terlepas dari statusnya saat ini

Statusnya adalah peternak dan ia harus menginjil dan bernubuat di negeri seberang.
Amos taat dan sadar ini adalah tugas dari Tuhan. Amos melakukan dengan setia.
Ia juga tidak takut walau harus berhadapan dengan imam dan raja yang siap melawannya.
Dan urapan Tuhan membuat seluruh negeri Israel gentar.

Apa arti calling Tuhan untuk kita? Apakah kita siap melakukannya seperti Amos atau lebih suka di comfort zone seperti Amazia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here