Sekedarnya

0
122

Oleh : IL

Bacaan: Yunus 3-4

Kota Niniwe, begitu luas, dan berpenduduk lebih dari 120.000 orang, bahkan TUHAN Allah sendiri menyebut Niniwe dengan “kota yang besar itu “(4:11).
Untuk mengelilingi kota itu, perlu waktu 3 hari dengan berjalan kaki. (3:3c)

Ada yang menarik mengenai catatan pelayanan Yunus di Niniwe tersebut.

Setelah mujizat diselamatkan oleh Tuhan saat Yunus dibuang ke laut, di mana Tuhan mengirimkan seekor ikan besar khusus mengangkut Yunus dari kedalaman laut untuk bisa sampai di darat dengan selamat!
Tuhan kembali mengutus Yunus… (3:1-2)
Dituliskan bahwa.. Yunus bersiap-siap pergi ke Niniwe, sesuai firman Allah. (3:3)
Ya, akhirnya Yunus mau taat juga.

Lalu… apa yang Yunus lakukan?

Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya,

Eitt….. tunggu dulu…..mengapa cuma 1 hari? Bukankah Niniwe perlu dikelilingi selama 3 hari?
Mengapa Yunus hanya memberitakan pesan Tuhan 1 hari saja?

Ada kemungkinan Yunus hanya sekedar melakukan yang Tuhan perintahkan, tanpa hati yang rela, sehingga upayanya hanya sekedarnya.. secukupnya saja.
Yunus tidak benar-benar ingin agar penduduk Niniwe bertobat. Sesungguhnya…ia ingin agar penduduk Niniwe mengabaikan pemberitaan hukuman Tuhan yang ia sampaikan, sehingga Niniwe dimusnahkan Tuhan.
Setelah menyampaikan pesan Tuhan dengan secukupnya….Yunus cepat-cepat keluar meninggalkan kota itu, dan menunggu saat Tuhan menunggangbalikkannya, ia ingin buru-buru menyaksikan pembalasan Tuhan kepada bangsa yang telah menindas umat Tuhan tersebut.

(4:5) Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya.
Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.

Sekalipun telah melihat pertobatan massal yang terjadi di Niniwe, …. Yunus tetap berharap Tuhan tetap menghancurkannya!

Namun…..karena seluruh Niniwe bertobat “pertunjukkan” pemusnahan kota Niniwe tidak jadi dilakukan oleh Tuhan! (3:10)
…. Huuuuu.. penonton kecewaa… :((

Perenungan:
Ketika melakukan perintah Tuhan tanpa hati…
tanpa mau tahu apa kerinduan Tuhan…
tanpa peduli apa rancangan Tuhan…

maka yang terjadi adalah ketaatan yang sekedarnya, tidak ada upaya lebih, untuk sungguh-sungguh mendapatkan hasil yang maksimal….tidak rela memberikan waktu lebih banyak untuk melakukan pekerjaan yang Tuhan embankan…bahkan…… tidak ada kepedulian terhadap hasil pelayanan yang Tuhan percayakan tersebut!

Aplikasi:
Mari cek apakah hal-hal yang Tuhan percayakan kepada kita sudah kita lakukan dengan kesungguhan hati bukan dengan sekedarnya?
Baik dalam keluarga (suami sebagai imam, isteri sebagai penolong, anak sebagai anak panah di tangan pahlawan), dalam pelayanan,
dalam pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada kita.

Berapa banyak effort (usaha) yang telah sungguh-sungguh kita lakukan untuk menjalankan fungsi seperti yang Tuhan inginkan?

Berapa banyak waktu yang kita sediakan untuk melakukan pekerjaan baik yang Tuhan embankan tersebut?

Apakah kerinduan hati kita sudah diselaraskan dengan hati Tuhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here