Pembaharuan Ibadah

0
503

Oleh : AP

1 Tawarikh 23:1, 3, 24-26, 28 (TB) Setelah Daud menjadi tua dan lanjut umur, maka diangkatnya Salomo menjadi raja atas Israel.
Lalu dihitunglah orang-orang Lewi, yang berumur tiga puluh tahun ke atas, dan jumlah orang-orang mereka, dihitung satu demi satu, ada tiga puluh delapan ribu orang.
Itulah bani Lewi menurut puak mereka, kepala-kepala puak mereka, pada waktu mereka dicatat seorang-seorang sesuai dengan bilangan nama mereka, orang demi orang, yang berumur dua puluh tahun atau lebih, merekalah yang harus melakukan pekerjaan untuk ibadah di rumah TUHAN.
Sebab Daud telah berkata: “TUHAN, Allah Israel, telah mengaruniakan keamanan kepada umat-Nya, dan Ia diam di Yerusalem sampai selama-lamanya.
Dengan demikian tidak usah lagi orang Lewi mengangkat Bait Suci dan segala perkakas yang dipakai untuk ibadah di situ.” —
“Tugas mereka ialah membantu anak-anak Harun untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN, mengawasi pelataran, bilik-bilik dan pentahiran segala barang kudus serta melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan ibadah di rumah Allah.

Perenungan
Tuhan adalah Allah yang tidak terpaku dengan satu metode penyembahan.
Ketika di padang gurun Tuhan menetukan semua cara ibadah di kitab bilangan.
Tetapi ketika Daud membawa tabut ke Yerusalem dan Tuhan berkenan atasnya membangun Bait Allah di sana maka Daud mengubah beberapa tata cara ibadah seperti :

  1. Usia melayani kaum Lewi melibatkan angkatan yang lebih muda dikarenakan tabut Allah yang sudah menetap maka angkatan muda mulai 20 tahun ke atas dilibatkan dari mulanya 30 tahun ke atas.
  2. Daud mengalihkan sebagian golongan Lewi yang khusus bertugas untuk pujian dan penyembahan.

Penerapan
Daud melibatkan generasi yang lebih muda untuk melayani Tuhan.
Ini adalah langkah baik untuk gereja Tuhan melihat generasi sekarang anak muda seharusnya sudah lebih dilbatkan dalam pelayanan yang lebih serius di akhir zaman.

Kita orang percaya juga bisa belajar dari Daud bahwa Tata cara ibadah bisa bervariasi tetapi tetap pada inti penyembahan nya seperti Daud tidak merubah tata cara imam besar dan korban bakaran tetapi hanya mengvariasikan tugas kaum Lewi yang tidak ada tugas lagi (Kaum Kohat dan Merarin yang bertugas membawa peralatan Bait Allah).

Kita juga bisa belajar kepedulian Daud akan mereka dengan mengalihkan tugas menjadi hakim, pemuji, penyembah, penjaga pintu gerbang Bait Allah sehingga semua pelayan Tuhan mendapatkan pekerjaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here