Merendahkan Diri, Taat Sampai Mati

0
47

Oleh : IL

(BE Markus 15:1-20)

(FAYH)
PAGI-PAGI benar segenap anggota Mahkamah Agama, yaitu para imam kepala, tua-tua, dan guru agama berkumpul untuk merundingkan tindakan selanjutnya.
Mereka memutuskan untuk membawa dan menyerahkan Yesus kepada Gubernur Pilatus dalam keadaan terbelenggu.
Pilatus bertanya kepada-Nya, “Engkaukah Raja orang Yahudi? “
“Ya, ” jawab Yesus, “seperti yang Tuan katakan. “
Lalu para imam kepala menuduh Dia telah melakukan bermacam-macam kejahatan, dan Pilatus bertanya kepada-Nya,
“Mengapa Engkau diam saja? Apa kata-Mu tentang semua tuduhan yang ditujukan kepada-Mu itu? “
(15:3)
Tetapi Yesus diam saja, sehingga membuat Pilatus terheran-heran.

Setahun sekali, pada perayaan Paskah, Pilatus biasa membebaskan seorang tahanan Yahudi dari penjara atas pilihan rakyat.
Salah seorang tahanan pada waktu itu ialah Barabas, yang bersama-sama dengan beberapa orang lain dijatuhi hukuman karena membunuh dalam suatu pemberontakan.
Orang banyak menghadap Pilatus, meminta agar dia membebaskan seorang tahanan seperti biasa.
“Apakah kalian ingin supaya saya membebaskan ‘Raja Orang Yahudi’ ini? ” tanya Pilatus.
(Karena Pilatus telah menyadari bahwa perkara itu hanya berdasarkan tuduhan palsu yang didukung oleh para imam kepala sebab mereka merasa iri terhadap kemasyhuran Yesus.)
Tetapi para imam kepala menghasut orang banyak agar menuntut pembebasan Barabas, bukan Yesus.
“Tetapi, jikalau saya membebaskan Barabas, ” kata Pilatus kepada mereka,
“apa yang akan saya perbuat terhadap orang yang kalian sebut Raja Orang Yahudi ini? “
Mereka berteriak, “Salibkan Dia! “ “Mengapa? ” tanya Pilatus.
“Kesalahan apa yang telah diperbuat-Nya? ” Mereka malah berteriak lebih keras, “Salibkan Dia! “
Karena Pilatus takut akan terjadi kerusuhan dan ingin menyenangkan hati orang banyak, ia membebaskan Barabas.
Ia memerintahkan agar Yesus dicambuk, lalu menyerahkan Dia untuk disalibkan.
Prajurit-prajurit Romawi membawa Dia ke dalam istana.
Mereka memanggil segenap pengawal istana, lalu mengenakan jubah ungu kepada Yesus dan membuat sebuah mahkota dari duri-duri yang panjang dan tajam serta meletakkan mahkota itu di kepala-Nya. (15:16)
Kemudian mereka memberi hormat sambil berteriak, “Hidup Raja orang Yahudi! “
Lalu mereka memukul kepala Yesus dengan sebatang tongkat, meludahi Dia, dan berlutut di depan-Nya untuk “menyembah” Dia.
Akhirnya setelah mereka merasa puas mengejek Yesus
, mereka menanggalkan jubah ungu itu dan menggantinya dengan pakaian-Nya sendiri, lalu membawa Dia pergi untuk disalibkan.

Perenungan:

  1. Perlakuan apa yang diterima Yesus?
    a. Dalam keadaan terbelenggu dibawa kepada Pilatus
    b. Diadili dengan tuduhan palsu, dituduh akan menghancurkan Bait Allah secara fisik, yang artinya dituduh melawan Tuhan dan penyembahan kepada Tuhan, karena mau menghancurkan tempat orang-orang Yahudi menyembah Tuhan.

Yohanes 2:18-22
Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?”
(Keterangan: Yesus Mengusir para pedagang hewan kurban & para penukar uang yang dengan dukungan imam-imam, berdagang secara licik di Bait Allah).
Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”
Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan.

c. Dituduh telah melakukan bermacam-macam kejahatan (Markus 15:3)
d. Dianggap menghujat Tuhan karena mengakui bahwa IA adalah Mesias. (Markus 14:61-65)
e. Rakyat yang semula mengelu-elukanNya, meminta agar IA disalibkan.
f. Dicambuk atas perintah Pilatus.
g. Dipermainkan, diolok-olok, disiksa, sangat direndahkan:

  • dipakaikan jubah ungu (pakaian raja)
  • kepalaNya dipasangkan mahkota duri
  • kepala Yesus dipukul dengan tongkat
  • diludahi
    h. Disalib
  1. Teladan Yesus:
    a. Merendahkan diri, tidak melakukan pembelaan diri.
    b. Taat, demi menggenapkan rancangan keselamatan dari Tuhan.
    c. Menyangkal diri, Yesus tidak menggunakan kuasaNya untuk melepaskan diri ketika ditangkap, padahal Yesus bisa melawan dengan kuasaNya.
    Yesus berkali-kali lolos saat akan dibunuh, karena belum waktuNya. (Lukas 4:29-30)
    Di Taman Getsemani, Yesus juga tetap penuh dengan kuasa, sehingga orang-orang rebah hanya mendengar perkataan Yesus. (Yohanes 18:4, 6)
    Yesus sanggup memanggil 12 pasukan malaikat (72 ribu untuk melindungiNya (Matius 26:53), tapi IA tidak melakukannya, karena Yesus tahu bahwa untuk itulah IA datang ke dunia.

Aplikasi:
Belajar mengikuti teladan Yesus:

  • belajar rendah hati, merespon dengan tenang & tetap mengasihi ketika ada orang yang memperlakukan kita dengan tidak benar.
  • tidak sibuk mempertahankan posisi
  • memiliki hati hamba sehingga pekerjaan Tuhan dapat leluasa digenapi dalam hidup kita, tidak sibuk membela diri tapi menyerahkan masalah kepada Tuhan, membiarkan Tuhan sendiri yang membela kita.
  • tidak menggunakan kuasa yang Tuhan berikan untuk hal lain selain kepentingan Kerajaan Allah.

Filipi 2:5-11
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,
dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,”
bagi kemuliaan Allah, Bapa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here