Menjadi korban situasi vs Bangkit!

0
433

Oleh : IL

Ayub 16:19-21
Ketahuilah, sekarang pun juga, Saksiku ada di sorga, Yang memberi kesaksian bagiku ada di tempat yang tinggi.
Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku,namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis,
supaya Ia memutuskan perkara antara manusia dengan Allah, dan antara manusia dengan sesamanya.

Perenungan:
Dalam kehidupan, kadang seseorang memberikan alasan bahwa yang menyebabkan ia melakukan dosa atau kesalahan
atau hal yang buruk adalah akibat perlakuan atau perbuatan orang lain kepadanya.

Misalnya:
Ada seorang anak yang semula kelakuannya baik, tiba-tiba memukul temannya.
Dan ia mengatakan: “Abis sih dia mengejek terus”, dan seterusnya…..

Ayub, dalam keterpurukannya ia divonis bersalah oleh sahabat-sahabatnya.
Orang-orang yang sangat dekat… telah mengenalnya begitu lama.
Bisa saja Ayub sakit hati, murka, meradang, ngamuk menyerang teman-temannya…
Namun …Inilah yang Ayub lakukan:

1. Meminta Tuhan menjadi Saksi

Saksiku ada di sorga, yang memberi kesaksian bagiku ada di tempat yang tinggi.

2. Meminta Tuhan menjadi Hakim

Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku, namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis,
supaya Ia memutuskan perkara antara manusia dengan Allah, dan antara manusia dengan sesamanya.

3. Berkomitmen tetap memegang teguh integritas,

tetap melakukan perintah-perintah Tuhan, bahkan semakin ngotot melakukannya.

Ayub 17:9a
Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya,

4. Percaya bahwa saat ia berkomitmen teguh mengikuti jalan-jalan Tuhan, sekalipun orang-orang menuduh & mencelanya,

Tuhan akan menambah-nambahkan kekuatan kepadanya.

Ayub 17:9b
dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.

Aplikasi:
Ketika situasi menekan, orang-orang memperlakukan dengan tidak seharusnya. Bagaimana respon kita?
Apakah kita terpancing untuk juga melakukan hal yang tidak baik…bermental korban dan mengatakan.. “Abis sih dia …….!”

Atau
bangkit seperti Ayub, mengambil kendali atas situasi.. datang dan menyerahkan semua kepada Tuhan Allah Pemegang Otoritas tertinggi..
tetap teguh memegang komitmen untuk hidup benar di hadapan Allah dan yakin bahwa Tuhan akan menambah-nambahkan kekuatan kita.

Mazmur 37:5-6
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang,
dan hakmu seperti siang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here