Bukankah Patut Engkau Mengasihani Orang Lain Seperti Aku Sudah Mengasihani Engkau?

0
95

Oleh : IL

(BE Matius 18:21-35)

(FAYH) Kemudian Petrus menghampiri Dia dan bertanya, “Tuhan, berapa kali saya harus mengampuni seorang saudara yang bersalah kepada saya? Tujuh kalikah? “
“Bukan, ” jawab Yesus, “bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh!
“Kerajaan Surga dapat diumpamakan dengan seorang raja yang sedang membuat perhitungan utang-piutang.
Dalam rangka perhitungan itu, dihadapkan kepadanya seseorang yang berutang 10. 000 talenta.
Karena ia tidak sanggup membayar, maka raja memerintahkan agar ia beserta dengan anak istrinya dan segala yang dimilikinya dijual untuk membayar utangnya.
“Tetapi orang itu tersungkur di hadapan raja serta berkata, ‘Berilah hamba waktu, ya Baginda, dan utang itu akan hamba lunasi. ’
“Lalu raja itu merasa kasihan kepadanya dan melepaskan orang itu serta membebaskan dia dari utangnya.
“Tetapi setelah pergi dari hadapan raja, orang itu mendatangi seseorang yang berutang hanya 100 dinar kepadanya. Ia mencekik leher orang itu dan menuntut agar utangnya segera dibayar.
“Orang itu berlutut di hadapannya mohon diberi waktu. ‘Sabarlah, nanti utang itu saya lunasi. ’
“Tetapi orang yang berpiutang itu tidak mau menunggu. Ia menyuruh agar orang itu ditangkap dan dipenjarakan sampai ia melunasi utangnya.
“Kemudian teman-teman orang itu pergi menghadap raja dan menceritakan apa yang telah terjadi.
Raja memanggil orang yang sudah dibebaskan dari utangnya itu serta berkata, ‘Hai orang yang berhati jahat!
Engkau sudah kubebaskan dari semua utangmu yang besar itu, karena engkau minta dikasihani.
Bukankah patut engkau mengasihani orang lain seperti aku sudah mengasihani engkau?
“Lalu karena murkanya, raja itu menjebloskan orang itu ke dalam penjara sampai ia melunasi semua utangnya.
Demikian juga kalian akan diperlakukan oleh Bapa-Ku yang di surga, jika kalian tidak mau mengampuni saudara kalian. “

Perenungan:

  1. Yesus mengajarkan & memerintahkan kepada murid-muridNya agar selalu mau mengampuni orang yang bersalah kepadanya, tanpa ada batasnya.

Mengapa Yesus memerintahkan hal yang sepertinya tidak masuk akal tersebut?
Yesus menjelaskannya lewat sebuah perumpamaan, yaitu perumpamaan tentang seorang hamba yang berhutang begitu sangat amat besar sekali…dan tidak akan pernah sanggup membayarnya sekalipun ditukar dengan dirinya, istrinya, anak-anaknya dan seluruh miliknya…..
sekalipun ia, istri & anak-anaknya bekerja seumur hidupnya kepada tuannya.
Namun.. karena kemurahan Tuannya…hamba tersebut dibebaskan dari segala utang-utangnya..
Ya! Dibebaskan begitu saja.. tanpa harus membayar apapun!

Setelah menerima anugerah yang begitu besar…seharusnya ada hati yang dipenuhi rasa syukur…
Rasa haru karena ia telah menerima kasih & pengampunan yang begitu besar..
Respon apa yang sepantasnya dilakukan oleh seorang yang telah menerima pengampunan begitu besar?
Lewat perumpamaan tersebut, Yesus menjelaskan bahwa…
Sebagai umat yang mendapat belas kasihan Tuhan, diampuni, ditebus, diselamatkan oleh Tuhan, selayaknya mengalirkan kasih Tuhan tersebut kepada sesamamya.
Yesus juga menyadarkan bahwa hutang dosa yang kita buat, bukanlah hal yang kecil & sepele, hutang dosa memiliki konsekuensi yang begituuuu besaar! Yaitu maut!
Dan Yesus menebusnya dengan darahNya yang sangat mahal!
Bila dibandingkan….kesalahan sesama kepada kita dibandingkan dosa kita kepada Tuhan diibaratkan angka
1 : 100.000.000.
Coin 1000 : 100 Milyar
Upah sehari misal 100.000 : 10.000.000.000 (10 Triliun)

Tanpa mengecilkan dampak kesalahan sesama yang mungkin berupa kejahatan, Yesus meminta orang percaya untuk menyalurkan kasih Tuhan yang begitu besar yang Tuhan sudah berikan.
Dan bukan hanya itu….kasih Tuhan sanggup memampukan orang yang dipulihkan Tuhan untuk sanggup mengampuni orang yang bersalah kepadanya..
Kasih Tuhan sanggup memberikan damai sejahtera yang melampaui segala akal.
Kasih Tuhan di dalam hati orang yang sudah dipulihkan Tuhan, dapat menutupi segala luka bahkan luka yang diakibatkan perbuatan jahat orang lain.

  1. Yesus juga memperingatkan kepada umat tebusanNya, bahwa ketika kita menolak untuk mengampuni sesama kita…
    Maka…… ada konsekuensinya!
    a. Dipandang sebagai orang jahat oleh Allah
    b. Tuhan murka kepada kita
    c. Ada hukuman Tuhan

Aplikasi:

  1. Ingat-ingat selalu betapa besar kasih pengampunan yang Tuhan sudah berikan bagi kita, jangan sampai melupakannya.
  2. Jangan simpan kasih Tuhan yang berlimpah tersbut hanya untuk diri kita sendiri.
    Salurkan kasih dari Tuhan tersebut kepada sesama, antara lain dalam bentuk hati yang mudah mengampuni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here