Tetapi Aku ini Memandang Kepada Tuhan

0
183

Oleh : Il

Bacaan: Mikha 7

Mikha pasal terakhir ini terdiri dari beberapa bagian:

  1. Gambaran yang miris akan kondisi umat Tuhan saat itu
    a. Kejujuran bukan saja menjadi barang langka, namun punah.
    b. Sangat mahir berbuat jahat
    c. Penguasa, hakim memutar balikkan hukum & keadilan
    Suap menyuap menjadi hal yang biasa
    d. Yang terbaik sekalipun di antara mereka sama seperti semak duri; dan yang paling jujur pun masih lebih bengkok daripada pagar duri.
  2. Hal yang akan segera dialami umat Tuhan, hari penghakiman, penghukuman dari Tuhan.
    Umat Tuhan akan mengalami kekacauan, kehancuran & ketakutan.
  3. Akibat kejahatan yang dilakukan:
    a. Tidak ada yang dapat dipercayai, termasuk sahabat karib, bahkan pasangan hidup sekalipun!
    b. Hubungan keluarga rusak, anak-anak tidak menghormati orang tuanya
    Terjadi permusuhan antar anggota keluarga.
  4. Perbedaan yang mencolok pada kehidupan nabi Mikha
    Dalam situasi bangsa yang sedemikian bobrok, nabi Mikha:
    a. Tetap punya hubungan dengan Tuhan
    ( Tetapi aku ini memandang kepada TUHAN)
    b. Tetap punya pengharapan di dalam Tuhan
    (dan mengharapkan pertolongan-Nya.)
    c. Tetap percaya akan pertolongan Tuhan
    Aku menantikan Allah untuk menyelamatkan aku;
    d. Tetap percaya Tuhan mendengarkannya
    (Ia akan mendengar aku.)
    e. Sekalipun dalam keadaan terpuruk, tetap yakin bahwa Tuhan akan memulihkan
    (Janganlah bersukacita atas kemalanganku, hai musuhku, karena walaupun aku jatuh, aku akan berdiri lagi!)
    f. Sekalipun sepertinya tak ada jalan keluar, tetap menantikan tuntunan Tuhan
    (Apabila aku duduk dalam kegelapan, TUHAN sendiri akan menjadi Terang bagiku.)
    g. Tetap sabar menerima penghukuman Tuhan bersama-sama seluruh bangsanya, sekalipun bukan ia yang berbuat dosa, karena percaya akan pembelaan Tuhan. ( Aku akan bersabar sementara TUHAN menghukum aku, karena aku telah berdosa terhadap Dia.
    Maka Ia akan membela aku terhadap musuh-musuhku, dan menghukum mereka atas segala kejahatan yang telah dilakukan mereka terhadap aku. Allah akan mengeluarkan aku dari kegelapanku ke dalam terang, dan aku akan melihat kebaikan-Nya.
    Maka musuhku akan melihat bahwa Allah ada di pihakku. Mereka akan merasa malu karena telah mengejek aku dengan berkata, “Di manakah Allahmu itu? ” Sekarang dengan mataku sendiri aku melihat mereka diinjak-injak seperti lumpur di jalan.
    h. Tetap percaya akan tiba saatnya pemulihan dari Tuhan, namun terlebih dahulu ada penghukuman Tuhan yang harus diterima umat Tuhan akibat kejahatan yang dilakukan.
    (Kota-kotamu, hai umat Allah, akan dibangun kembali, jauh lebih besar dan lebih makmur daripada dulu.
    Orang-orang dari banyak negeri akan datang dan menghormati kamu—dari Asyur sampai ke Mesir, dan dari Mesir sampai ke Sungai Efrat, dari laut ke laut, dan dari gunung ke gunung.
    Tetapi mula-mula akan datang kehancuran yang mengerikan ke atas Israel sebagai akibat kejahatan penduduknya.
    Ya TUHAN, datanglah. Memerintahlah atas umat-Mu; pimpinlah kawanan domba-Mu yang hidup terpencil; berilah mereka kehidupan yang aman dan makmur. Biarlah mereka menikmati padang rumput yang subur di Basyan dan Gilead seperti sediakala.)
  5. Perkataan TUHAN sendiri menguatkan apa yang diimani oleh nabi Mikha:
    a. TUHAN akan melakukan mujizat-mujizat besar bagi umatNya, sehingga seluruh dunia melihat kedahsyatan Tuhan, sehingga mereka menyadari bahwa kehebatan mereka tidak berarti, sehingga mereka akan takut & gentar kepada Tuhan.

Nabi Mikha menutup dengan sebuah pujian kepada TUHAN Allahnya, Yang Maha Pengampun, penuh belas kasihan, dan Maha Penyayang
Penghukumannya bertujuan untuk menginjak-injak dosa, menjauhkan umatNya dari dosa penyembahan berhala & kejahatan kepada sesama, sehingga umat Tuhan dapat menerima kembali berkat Tuhan, tidak terhalang oleh dosa-dosa mereka, sehingga umat Tuhan kembali berhak menerima janji-janji Tuhan.

Dimanakah ada Allah seperti Engkau, yang mengampunkan dosa-dosa orang yang tersisa dari antara umat-Nya?
Engkau tidak terus-menerus murka terhadap umat-Mu karena Engkau suka berbelas kasihan.
Sekali lagi Engkau akan menyayangi kami.
Engkau akan menginjak-injak dosa kami di bawah kaki-Mu; Engkau akan melemparkannya ke dasar samudera yang terdalam!
Engkau akan memberkati kami sesuai dengan janji-Mu kepada Yakub dahulu kala. Engkau akan mengasihi kami sesuai dengan janjimu kepada Abraham, nenek moyang kami!
(Mikha 7: 18-20 FAYH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here