Mujizat Tidak Selalu Membawa Pertobatan

0
197

Oleh : AP

Mazmur 106:3, 6, 13, 21, 24, 28, 32, 35-37 (TB) Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu!
Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik.
Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya;
Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir:
Mereka menolak negeri yang indah itu, tidak percaya kepada firman-Nya.
Mereka berpaut pada Baal Peor, dan memakan korban-korban sembelihan bagi orang mati.
Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka;
tetapi mereka bercampur baur dengan bangsa-bangsa, dan belajar cara-cara mereka bekerja.
Mereka beribadah kepada berhala-berhala mereka, yang menjadi perangkap bagi mereka.
Mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat,

Perenungan
Pernahkah saudara mendengar orang hampir mati mungkin karena sakit penyakit atau di lalukan dari malapetaka/musibah?
Saat itu ia mungkin bisa bersyukur dan memuji Tuhan tetapi tidak lama kemudian berlaku fasik lagi.
Pemazmur menuliskan berkali-kali orang Israel mengalami mujizat luar biasa dari Tuhan tapi tidak lama kemudian mereka melupakanNya dan malah melakukan dosa-dosa terhadap Tuhan.

Penerapan
Kita boleh meminta mujizat, tetapi Alkitab mencatat mujizat tidak pasti membuat orang bertobat.
Karena itu jauh lebih baik kita mendoakan seseorang supaya ia bertobat dan memiliki hati yang bersyukur seumur hidupnya.
Hati yang berubah menjadi takut Tuhan akan merubah kelakuan dan perbuatannya menjadi lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here