Mendapat Perkenanan Tuhan dan Manusia

0
225

Oleh : AP

Adalah suatu kasih karunia ketika seseorang mendapatkan perkenanan dari Tuhan dan dari manusia.
Dalam Alkitab dicatat ada satu orang wanita yang mendapatkan perkenanan ini.

  1. Ester diperkenan Hegai sida-sida yang mengawasinya.
    Esther 2:9 The girl pleased him and won his favor. Immediately he provided her with her beauty treatments and special food. He assigned to her seven maids selected from the king’s palace and moved her and her maids into the best place in the harem.

Langkah pertama Tuhan membuat Hegai berkenan kepada Ester karena karakternya dan keelokannya.
Semua gadis yang dipilih adalah yang terbaik…tetapi Ester memikat Hegai karena kecantikan batiniah dan karakternya yang baik.

  1. Ester diperkenan semua orang yang melihatnya.
    Esther 2:15 When the turn came for Esther (the girl Mordecai had adopted, the daughter of his uncle Abihail) to go to the king, she asked for nothing other than what Hegai, the king’s eunuch who was in charge of the harem, suggested. And Esther won the favor of everyone who saw her.

Ternyata Ester disukai semua orang tentunya ini berhubungan dengam sikapnya juga yang tidak memandang rendah orang lain terutama orang-orang yang melayani nya dan yang sering bersosialisasi dengan nya dan yang pernah bertemu dengannya.
Ini suatu sikap yang luar biasa yang mencerminkan keagungan seseorang melalui ucapan dan tingkah laku yang baik dan benar.

Ester juga tidak membesarkan ego dan keinginan pribadinya tetapi ia berfokus kepada apa yang Hegai sarankan.

  1. Ester diperkenan Raja
    Esther 2:17 Now the king was attracted to Esther more than to any of the other women, and she won his favor and approval more than any of the other virgins. So he set a royal crown on her head and made her queen instead of Vashti.

Raja melihat sesuatu yang berbeda dari Ester.
Karena apa yang ditampilkan dan diberikan kepada raja adalah semua yang diinginkannya.
Raja bukan hanya melihat kecantikan jasmani Ester tetapi juga kecantikan batiniahnya (inner beauty).

Rasul Paulus juga mengatakan bahwa kita orang percaya seharusnya melakukan apa yang Ester persembahkan kepada sang raja dan demikian juga sikap kita kepada Raja di atas segala raja.
Yaitu salah-satunya dengan cara janganlah menghakimi saudara seiman apalagi membuatnya jatuh atau tersandung karena perkataan kita atau perbuatan kita kepadanya.

Roma 14:13, 18 (TB) Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!
Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here