Dilatih Berperang vs Ditaklukkan Musuh

0
327

Oleh : IL

Hakim-hakim 3:1-2
Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka,
yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan.
— Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN.

Maksud Tuhan membiarkan beberapa orang Kanaan tetap tinggal di tanah perjanjian, hanyalah agar orang Israel tidak terlena dalam zona nyaman. Agar orang Israel terus menjaga kesiagaan, dan dilatih berperang. Jadi Tuhan tidak merancangkan orang Kanaan tersebut sampai bisa menguasai, menindas bahkan menaklukkan orang Israel.

Ilustrasi: di Jepang, ikan tangkapan dari laut agar dapat dibawa ke darat dalam keadaan segar, maka di dalam kolam tangkapan tersebut dimasukkan seekor ikan hiu kecil, yang tugasnya membuat ikan-ikan tersebut terus berenang, sehingga tidak diam saja lalu mati.

Demikian juga, Tuhan menempatkan segelintir orang Kanaan disisakan di antara umat Israel, tujuannya sebagai ujian, apakah umat-Nya mengikuti petunjuk-petunjuk Tuhan agar umat Tuhan secara rohani tidak statis, tapi dinamis, terus maju dalam Tuhan.

Hakim-hakim 3:4
Mereka itu ada di sana, supaya Ia mencobai orang Israel dengan perantaraan mereka untuk mengetahui, apakah mereka mendengarkan perintah yang diberikan TUHAN kepada nenek moyang mereka dengan perantaraan Musa.

Namun apa yang terjadi? Orang Israel malah kawin mengawin dengan orang Kanaan, lalu ikut-ikutan menyembah dewa-dewa palsu mereka.

(Hakim-hakim 3:6-7)
Mereka mengambil anak-anak perempuan, orang-orang itu menjadi isteri mereka dan memberikan anak-anak perempuan mereka kepada anak-anak lelaki orang-orang itu, serta beribadah kepada allah orang-orang itu.
Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera.

Sungguh tindakan yang bodoh!
Akhirnya yang terjadi adalah orang-orang Kanaan tersebut menindas orang Israel sampai keadaannya menyesakkan dan penuh kesengsaraan.

(Hakim-hakim 3:8)
Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya.

Ketidaktaatan mengakibatkan hal-hal baik yang Tuhan rancangkan tidak dialami umat Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here