Jangan Salah Berpihak

0
263

Oleh : IL

1 Samuel 20:13
Tetapi apabila ayahku memandang baik untuk mendatangkan celaka kepadamu, beginilah kiranya TUHAN menghukum Yonatan,
bahkan lebih lagi dari pada itu, sekiranya aku tidak menyatakannya kepadamu dan membiarkan engkau pergi, sehingga engkau dapat berjalan dengan selamat. TUHAN kiranya menyertai engkau, seperti Ia menyertai ayahku dahulu.

Perkataan di atas adalah perkataan Yonatan, anak raja Saul, seorang putera mahkota, calon raja penerus ayahnya.

Tuhan mengalihkan kepemimpinan atas umat Tuhan dari raja Saul kepada Daud.
Namun Tuhan tidak melakukan hal itu selama Saul masih hidup.
Tuhan membiarkan Saul tetap sebagai raja sampai akhir hidupnya.
Seharusnya orang yang paling menyesali hal itu adalah Yonatan, karena dia lah yang seharusnya menjadi raja. (1 Samuel 13:13b)

Namun menarik sekali. Yonatan berpihak kepada Daud. Ia sama sekali tidak merasa kecewa terhadap keputusan Tuhan, ia bukan saja menerima dengan sangat legowo, ikhlas bahwa Daud lah yang Tuhan pilih untuk menjadi raja menggantikan Saul, ayahnya.
Bahkan Yonatan mendukung Daud menjadi raja Israel. Ia melindungi Daud dari tangan Saul yang haus darah.

Mengapa Yonatan melakukan hal itu?
Apakah hanya karena kasih seorang sahabat?
Apakah Yonatan tidak mengasihi ayahnya?
Tentu saja tidak demikian.
Yonatan mengesampingkan kepentingannya, karena ia tahu bahwa ia harus mengikuti rancangan Tuhannya, bukan rancangannya sendiri.

Yonatan benar-benar tahu bahwa melawan rencana Tuhan adalah sungguh-sungguh tindakan yang bodoh dan sia-sia.
Yonatan memilih mendukung rencana Tuhan, berada di pihak yang sama dengan Tuhan.
Dan untuk itu ia rela untuk melepaskan keinginannya menjadi raja Israel mendukung raja baru yang Tuhan telah tetapkan, yaitu Daud.

Berlawanan dengan Doeg, seorang Edom, pengawas gembala-gembala Saul. Demi mencari muka di hadapan raja ia memilih berpihak kepada Saul, sekalipun tindakan Saul itu salah. Doeg memberitahukan tempat Daud melarikan diri dari kejaran Saul.
Kepada Saul, Doeg melaporkan imam Ahimelekh yang memberi Daud makanan dan menyerahkan pedang Goliat saat Daud dalam pelariannya.
Laporan Doeg itu mengakibatkan para imam dan seluruh penduduk kota Nob dibunuh oleh Saul.
Apa yang dikejar oleh Doeg? Mungkin kenaikan pangkat atau hadiah dari raja.

Perenungan:
Apakah yang kita kejar?
Rancangan Tuhan atau rancangan kita sendiri demi kepentingan-kepentingan duniawi?

Apakah kita rela mengorbankan kepentingan diri demi suatu hal yang lebih besar yaitu penggenapan rencana Tuhan?
Ataukah kita mengorbankan yang bernilai kekal demi yang sementara?

Kepada siapa kita berpihak?
Pihak yang selaras dengan rancangan Tuhan ataukah pihak yang melawan keputusan-keputusan Tuhan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here