The Kingdom Of God VS Kingdom Of Me

0
85

Oleh : IL

1 Samuel 22:5b-8

Lalu pergilah Daud dan masuk ke hutan Keret.
Hal itu terdengar oleh Saul, sebab Daud dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia telah diketahui tempatnya.
Adapun Saul ada di Gibea, sedang duduk di bawah pohon tamariska di bukit, dengan tombaknya di tangan dan semua pegawainya berdiri di dekatnya.
Lalu berkatalah Saul kepada para pegawainya yang berdiri di dekatnya:
“Cobalah dengar, ya orang-orang Benyamin! Apakah anak Isai itu juga akan memberikan kepada kamu sekalian ladang dan kebun anggur,
apakah ia akan mengangkat kamu sekalian menjadi kepala atas pasukan seribu dan atas pasukan seratus, sehingga kamu sekalian mengadakan persepakatan melawan aku dan tidak ada seorang pun yang menyatakan kepadaku, bahwa anakku mengikat diri dengan anak Isai itu?
Tidak ada seorang pun dari kamu yang cemas karena aku, atau yang menyatakan kepadaku, bahwa anakku telah menghasut pegawaiku melawan aku menjadi penghadang seperti sekarang ini.”

Perenungan:

Raja Saul merasa sangat murka karena tidak berhasil membunuh Daud, menantunya, yang ia anggap sebagai rival, musuh terbesarnya, ancaman terhadap keberlangsungan kekuasaan dinasti Saul..
Bahkan Saul merasa dikhianati oleh anaknya sendiri, yaitu Yonatan, yang berusaha menyelamatkan Daud dari usaha pembunuhan yang dilakukan ayahnya.

Daud melarikan diri ke kota Gat, wilayah orang Filistin, lalu ke gua Adulam, dan berpindah-pindah ke berbagai tempat agar tidak terkejar oleh Saul.
Namun ketika ia bersembunyi di hutan Keret, wilayag Yehuda, ada orang yang memberitahukan keberadaannya kepada Saul.

Saat itu Saul sedang berada di Gibea bersama pasukan raja.
Saul merasa orang-orang tidak berterimakasih atas segala upaya yang ia lakukan sebagai raja Israel, Ia sudah memberikan kebun anggur,
mengangkat mereka menjadi kepala pasukan raja, dan seterusnya.
Hati Saul penuh dengan rasa tidak aman, ia sangat berfokus kepada dirinya sendiri, mengasihani diri sebagai orang yang tidak dipedulikan orang-orang sekitarnya, bawahannya, rakyatnya…
Saul tidak lagi peduli kepada Tuhan, dan panggilan Tuhan bahwa sebagai raja Israel ia diamanatkan oleh Tuhan untuk menyelamatkan Israel dari musuh-musuhnya.
Dalam hati Saul sama sekali tidak ada rasa takut akan Tuhan, ia bukan hanya tidak segan-segan mau membunuh Daud dan keluarganya demi melanggengkan kekuasaan dinasti Saul, ia bahkan tega membunuh 85 imam-imam Tuhan, dan seisi kota imam tersebut! (1 Samuel 22:16-19). Benar-benar sangat kejam dan tidak takut akan Tuhan!

Ternyata.. seorang yang pernah diurapi oleh Tuhan, ketika terus fokus hanya kepada diri sendiri.. mengabaikan teguran-teguran dan peringatan-peringatan dari Tuhan.. akan menghasilkan cara pandang dan pemikiran-pemikiran yang sangat egois.. melakukan pengejaran yang salah.
Saul mengejar Daud begitu rupa padahal Daud orang yang diurapi Tuhan menjadi raja.
Seharusnya Saul mengejar bangsa-bangsa yang menjadi musuh-musuh Israel.
Fokus kepada diri sendiri akan menghasilkan tindakan-tindakan yang melanggar perintah Tuhan. Saul membunuh orang-orang yang tidak bersalah.

Aplikasi:
Check dan recheck:

  1. Apakah kita terlalu berfokus kepada diri sendiri?
    Ciri-cirinya:
    a. Pemikiran kita selalu tentang diri kita, kepentingan diri kita, tujuan-tujuan pribadi kita, tanpa memikirkan kepentingan orang lain…

Filipi 2:4
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

b. Ada rasa mengasihani diri sendiri, dan merasa seakan-akan kurang diperhatikan, kurang dipedulikan, kurang mendapat perlakuan yang baik, kurang memperoleh hal-hal yang baik dari orang-orang sekitar.

c. Ada rasa kecewa karena merasa diri sudah melakukan banyak hal baik, tapi tidak mendapat balasan yang setimpal.

  1. Apakah ada sikap dan tindakan kita yang melanggar perintah Tuhan, yang disebabkan hati kita yang dikuasai oleh amarah…
    dan membiarkan pilihan-pilihan keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang salah, dan jahat akibat mengabaikan perintah Tuhan.

Efesus 4:26-27, 29-31
Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Mari fokuskan hati dan pikiran kita bukan kepada diri kita sendiri, tapi kepada tujuan Tuhan dalam hidup kita, kepada rancangan Kerajaan Allah, bukan kerajaan diri.

Kolose 3:1-3
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here