My Will VS God’s Will

0
91

Oleh : IL

Dalam Yeremia 24, Tuhan memberikan sebuah penglihatan kepada nabi Yeremia mengenai 2 keranjang buah ara, yang satu sangat baik, yang lainnya sangat jelek.
Kedua keranjang buah ara itu menggambarkan 2 kelompok umat Tuhan yang mengalami penghukuman oleh Tuhan karena mereka telah melakukan penyembahan berhala.

Saat penyerbuan tentara Babel ke Yehuda, ada yang ditawan, dibuang ke negeri asing penyembah berhala..sebagian lolos dari penawanan musuh, tetap di Yehuda, ada juga pemuka-pemuka yang mengungsi ke Mesir mencari kehidupan yang lebih aman dan lebih baik.

Secara akal pikiran manusia, tentu kita berpikir bahwa orang-orang yang lolos dari penawanan dan yang bisa lari ke Mesir itulah yang akan mengalami kehidupan yang lebih baik, seperti keranjang buah ara yang bagus..?
Ups! Ternyata bukan seperti itu…!
Tuhan dengan tegas berkata…

(5-7) “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel:
Sama seperti buah ara yang baik ini, demikianlah Aku akan memperhatikan untuk kebaikannya orang-orang Yehuda yang Kubawa dari tempat ini ke dalam pembuangan, ke negeri orang-orang Kasdim.
Maka Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kebaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke negeri ini.
Aku akan membangun mereka, bukan meruntuhkannya;
Aku akan menanam, bukan mencabutnya.
Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku
dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.

(8-10) Tetapi seperti buah ara yang jelek itu, yang tak dapat dimakan karena jeleknya
— sungguh, beginilah firman TUHAN —
demikianlah Aku akan memperlakukan Zedekia, raja Yehuda, beserta para pemukanya, dan sisa-sisa penduduk Yerusalem yang masih tinggal di negeri ini dan orang-orang yang menetap di negeri Mesir.
Aku akan membuat mereka menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi, menjadi aib dan perumpamaan, menjadi sindiran dan kutuk di segala tempat ke mana Aku mencerai-beraikan mereka.
Dan Aku akan mengirimkan perang, kelaparan dan penyakit sampar ke antara mereka, sampai mereka habis dilenyapkan dari atas tanah yang telah Kuberikan kepada mereka dan kepada nenek moyang mereka.”

Perenungan:
Orang-orang Yehuda yang lolos dari tawanan dan sebagian ada yang melarikan diri ke Mesir dengan membawa seluruh harta kekayaannya,
seakan mengalami kebebasan dan kemerdekaan, seakan memiliki masa depan yang lebih baik.
Namun… ternyata malah kebalikannya, yang mereka alami adalah kebinasaan.
Mengapa bisa demikian?
Karena ketika memilih untuk hidup mengikuti keinginan sendiri, tanpa mempedulikan larangan dan peringatan Tuhan, (Yeremia 42:19)
maka jalan yang ditempuh adalah jalan kebinasaan.

Sebaliknya, ketika mengikuti rancangan Tuhan, sekalipun jalan yang ditempuh cukup sulit dan berat, maka ujung-ujungnya adalah kehidupan, berkat dan pemulihan.

Aplikasi:
Belajar melihat dari kacamata nya Tuhan, pilih apa yang Tuhan pandang baik.
Tundukkan logika, pemikiran kita di bawah arahan dan tuntunan Tuhan. Terkadang Tuhan memberikan arahan yang sepertinya tidak masuk akal, di situlah perlu ada ketaatan, penundukkan, dan iman percaya bahwa Tuhan Yang Maha Tahu, akan selalu memberikan yang terbaik bagi anak-ankNya yang mau bertobat, dan yang mau setia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here