Anak-Anak Allah vs anjing, babi

0
36

Oleh : IL

Matius 7:6
“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

Perenungan:
Perkataan Tuhan Yesus di atas, adalah cuplikan dari pengajaran-pengajaran yang Tuhan Yesus sampaikan dalam kotbah di bukit.
Sebagai orang percaya, sesungguhnya hidup kita telah dikuduskan dan diubahkan untuk menjadi serupa dengan Kristus, menjalani hidup yang berbeda dari yang sebelumnya, menghidupi nilai-nilai Kerajaan Allah, dan tidak lagi mengejar hal-hal duniawi, namun mengejar hal-hal yang bernilai kekal.
Hal-hal ini sangat sulit diterima oleh bukan saja oleh orang-orang dunia, namun orang-orang percaya yang fokusnya masih kepada keduniawian.

Hal yang kudus dan berharga, tidak diberikan kepada sembarang orang!

Hanya yang menghargai!

Mari kita cek juga…
apakah kita termasuk kategori anak-anak Allah yang menghargai hal-hal yang kudus & mulia, ataukah kita termasuk kategori “anjing” dan “babi” yang kadang menganggap remeh nilai-nilai kekudusan, kesucian, yang masih nyaman di area melanggar Firman Tuhan, yang sering menolak ketika diperingatkan Tuhan, bahkan menyerang orang yang memperingatkan kita…

Aplikasi:

  1. Menyadari sungguh-sungguh bahwa Tuhan telah menebus kita dengan darah yang mahal, bukan hanya untuk menyelamatkan kita dari maut kekal, namun untuk mengembalikan kita kepada rancanganNya yang indah.
    Jangan menjadi orang yang bebal, yang kurang menghargai hal-hal berharga dari Tuhan, mari tinggalkan segala hal sia-sia yang masih menguasai hidup kita.

1 Petrus 1:18-19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

  1. Apa saja hal berharga yang Tuhan sediakan?
    Antara lain..
    Kesempatan beribadah.
    Alkitab, untuk dibaca, direnungkan & dilakukan.
    Berkat-berkat rohani (sukacita & damai sejahtera).
    Hikmat & arahan Tuhan (bisa melalui Alkitab, kotbah, hamba Tuhan, orang-orang yang Tuhan pakai untuk menyatakan sesuatu kepada kita).
    Pengurapan (dimampukan melebihi yang dapat kita lakukan sendiri).
    Mujizat.
    Begitu banyak janji Tuhan.
  2. Bagaimana kita menghargai hal yang berharga dari Tuhan itu?
    Dengan sungguh-sungguh datang beribadah kepada Tuhan, berikan yang terbaik kepadaNya.
    Dengan sungguh-sungguh menghargai firmanNya, mencari sampai mendapat, kemudian melakukan bagian kita
  3. Sikap yang bagaimana yang tidak menghargai?
    Menukar hal yang berharga dengan hal lain :
    melakukan hal lain saat ibadah.
    membaca alkitab sambil lalu, kemudian melupakan begitu saja.
    tidak merasa perlu hikmat & tuntunan Tuhan, doa sekedarnya, hanya ucapan saja, tidak sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan akan menggenapi.
    tidak menjaga kekudusan, lebih suka mengikuti kedagingan.
  4. Merendahkan hati & melatih kepekaan, ketika Tuhan menegur kita melalui FirmanNya, melalui hamba Tuhan, atau melalui seseorang.
    Jangan buru-buru marah atau balik menyerang.
  5. Mulai fokuskan hidup kita kepada hal-hal yang bernilai kekal, sehingga hidup kita tidak melulu dihabiskan untuk hal-hal yang sementara saja,
    yang akan hilang & berlalu.

Kolose 3:1-2, 5
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

2 Timotius 2:21-22
Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here