Tidak Dewasa Penuh

0
265

Oleh : Pak Ap

Hakim-hakim 8:26-27, 33-34 (TB) Adapun berat anting-anting emas yang dimintanya itu ada seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan, perhiasan telinga dan pakaian kain ungu muda yang dipakai oleh raja-raja Midian, dan belum terhitung kalung rantai yang ada pada leher unta mereka.
Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.
Setelah Gideon mati, kembalilah orang Israel berjalan serong dengan mengikuti para Baal dan membuat Baal-Berit menjadi allah mereka;
orang Israel tidak ingat kepada TUHAN, Allah mereka, yang telah melepaskan mereka dari tangan semua musuhnya di sekelilingnya,

Perenungan
Kemenangan yang gilang gemilang dari Gideon (mengalahkan ratusan ribu pasukan musuh dengan 4 rajanya) tidak disertai dengan pemahaman yang benar tentang Tuhan.
Dimulai dari nubuatan seorang nabi dan kunjungan malaikat Tuhan, Gideon mulai mengenal siapa Allah Israel ketika berjalan bersama Tuhan maka ia diangkat menjadi hakim atas Israel karena semua melihat ia disertai Tuhan.
Sayang kejayaan nya hanya sebatas untuk dirinya sendiri dan tidak kembali kepada Taurat Musa (Firman Tuhan) yang seharusnya merupakan tindakan selanjutnya setelah keberhasilannya.
Akibatnya orang Israel kembali berzinah dengan dewa-dewa asing bahkan dengan efod yang dibuat Gideon.

Penerapan
Pengenalan yang tidak sempurna, kepuasan yang hanya sebatas materi bisa membuat seseorang kembali berbuat dosa.
Paulus mengatakan kita sebagai orang percaya harus terus berusaha untuk mengenal Tuhan dengan benar agar kita dewasa penuh untuk tidak menyimpang dari perintah-perintahNya.

Efesus 4:13-14 (TB) sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here