Demikianlah Allah Membalaskan Kejahatan

0
321

Oleh : Il

Bacaan: Hakim-hakim 9
Abimelekh, anak Gideon dari salah satu gundiknya, ingin menjadi pemimpin menggantikan ayahnya.
Ia melakukan pendekatan kepada orang-orang di kota Sikhem, saudara- saudara dari ibunya.
Kemudian ia menyewa pembunuh-pembunuh bayaran untuk membunuh ke 70 adik dan kakaknya, seluruh keturunan ayahnya.
Sehingga lancarlah suksesi kepemimpinannya.
Saat berkumpulnya orang-orang kota Sikhem yang menobatkan Abimelekh menjadi raja, maka muncullah Yotam, adik bungsunya yang luput dari pembunuhan, memberikan sebuah ilustrasi, sebagai berikut:

Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami!

Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon ara: Marilah, jadilah raja atas kami!

Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan manisanku dan buah-buahku yang baik, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami!

Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?

Lalu kata segala pohon itu kepada semak duri: Marilah, jadilah raja atas kami!

Jawab semak duri itu kepada pohon-pohon itu: Jika kamu sungguh-sungguh mau mengurapi aku menjadi raja atas kamu, datanglah berlindung di bawah naunganku; tetapi jika tidak, biarlah api keluar dari semak duri dan memakan habis pohon-pohon aras yang di gunung Libanon. (Hakim 9:8-15).

Kemudian Yotam meneriakkan kutukan dari atas Gunung Gerizim.
Kalau tindakanmu hari ini terhadap ayahku dan keluarganya itu tulus dan ikhlas, silakan bersenang-senang dengan Abimelekh, dan biar dia bersenang-senang dengan kalian.
Tetapi kalau tidak demikian halnya, semoga dari Abimelekh keluarlah api yang membakar habis penduduk Sikhem serta Bet-Milo. Dan semoga dari penduduk Sikhem serta Bet-Milo pun keluarlah api yang membakar habis Abimelekh.”
(Hak. 9:19-20 – BIMK)

Dan tiga tahun setelah itu, kutukan Yotam itu terjadi. Seluruh penduduk kota Sikhem mati dan Abimelekh pun mati secara tidak terhormat, batu kepalanya terkena batu kilangan yang ditimpakan seorang perempuan.

Perenungan:

  1. Gideon tidak mempersiapkan anak-anaknya sebagai pemimpin menggantikan kedudukannya.
    Sehingga anak yang pantas menjadi pemimpin, tidak memiliki visi dan menolak menjadi pemimpin. (Diilustrasikan sebagai pohon zaitun, ara & anggur).
    Akhirnya muncullah seorang yang jahat (semak duri) dan sebetulnya tidak layak menjadi pemimpin, ia menghalalkan segala cara untuk membabat habis orang-orang yang berpotensi menjadi saingan-saingannya.
  2. Penduduk kota Sikhem memilih Abimelekh hanya karena mereka merupakan kerabatnya, dan mereka seakan menutup mata pada kejahatan Abimelekh yang membunuh ke 70 saudara-saudaranya.
    Hal ini merupakan kejahatan di mata Tuhan, dan mereka menanggung akibat yang sangat fatal.
    Tiga tahun kemudian terjadi huru-hara di kota tersebut sehingga seluruh penduduk kota tersebut mati terbunuh.

Isi perkataan Yotam:
Bila pemilihan Abimelekh didasarkan hal yang tidak benar, maka:
a. Penduduk kota Sikhem tidak akan mengalami hal yang baik, malah dari pemimpin tersebut sendirilah akan mendatangkan kehancuran kepada mereka sendiri.
(semoga dari Abimelekh keluarlah api yang membakar habis penduduk Sikhem serta Bet-Milo – ayat 20a).
b. Akan ada perlawanan dari penduduk terhadap pemimpin yang tidak benar tersebut.
(Dan semoga dari penduduk Sikhem serta Bet-Milo pun keluarlah api yang membakar habis Abimelekh.” – ayat 20b)
Dan kedua hal tsb terjadi

  1. Tuhan tidak tinggal diam.
    Tiga tahun kejahatan Abimelekh dan penduduk kota Sikhem yang menutup mata atas perbuatan jahatnya tersebut, seakan-akan “dibiarkan” oleh Tuhan. Namun Tuhan tidak tinggal diam.

Hakim-hakim 9:56-57
Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya;
juga segala kejahatan orang-orang Sikhem ditimpakan kembali oleh Allah kepada kepala mereka sendiri.
Demikianlah kutuk Yotam bin Yerubaal mengenai mereka.

Aplikasi:

  1. Perlu mendidik dengan sungguh-sungguh generasi penerus, sehingga apa yang sudah dibangun tidak menjadi hancur.
  2. Berhati-hati memilih pemimpin, jangan hanya karena kepentingan kelompok maka menutup mata atas hal-hal yang buruk yang dilakukan oleh calon pemimpin tersebut.
    Ketika mendukung seorang pemimpin yang tidak takut akan Tuhan, yang telah melakukan perbuatan-perbuatan jahat, maka hal tersebut merupakan hal yang jahat di mata Tuhan.
    Ada hukuman bagi orang-orang yang dengan sengaja memilih pemimpin yang berbuat jahat, hanya untuk kepentingan pribadi/kelompok.
  3. Mata Tuhan melihat apa yang terjadi.
    Tidak ada kejahatan yang tidak mendapat hukuman.

Yeremia 17:10
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

  1. Berdoa untuk pemilihan umum yang akan datang.
    Kiranya kasih karunia Tuhan turun atas bangsa ini, agar ada pemimpin-pemimpin yang Tuhan persiapkan memimpin bangsa yang besar ini,
    seorang yang takut akan Tuhan, yang memiliki kemampuan memimpin dan mengelola seluruh sumber daya, dan mengasihi rakyat yang dipercayakan oleh Tuhan. Berdoa agar hikmat Tuhan turun atas seluruh rakyat, agar dibukakan hikmat untuk memilih pemimpin yang tepat,
    yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here