Obituari

0
638

Oleh : IL

Ulangan 34:1-7

Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho,
lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan,
seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat,
Tanah Negeb dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon korma itu, sampai Zoar.
Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub;
demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.”
Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.
Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.

Perenungan:

Nats di atas menuliskan akhir hidup Musa, seorang yang menyerahkan 40 tahun terakhir hidupnya untuk sepenuhnya dipakai Tuhan. Seorang yang tidak pandai bicara, namun dipersiapkan Tuhan sebagai pemimpin selama 40 tahun pertama dalam didikan kerajaan Mesir. Yang rela meninggalkan lingkungan kerajaan dan memilih hidup sebagai umat Tuhan Allah Israel.
Selama 40 tahun kedua diproses “di-nihil-kan”, bekerja “hanya” sebagai gembala ternak yang bukan miliknya (milik mertuanya).
Yang pernah menolak diutus Tuhan memimpin bangsanya keluar dari Mesir, namun kemudian dengan setia melakukan tugas-tugasnya sebagai gembala yang mengasuh bangsa Israel keluar dari Mesir sampai tiba di perbatasan tanah perjanjian (tentangan Yerikho).
Sekalipun Musa tidak mendapat anugerah untuk masuk tanah perjanjian, namun ia berhasil menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. Finishing well!
Ada satu kalimat yang sangat menarik dari penutup kitab Taurat Musa, Dan dikuburkan-Nyalah dia di …..Tuhan Allah sendiri yang menguburkan Musa.
Woww….Betapa Tuhan sangat mengasihi hamba-Nya ini. Musa, yang berbicara dengan Tuhan muka dengan muka seperti seorang teman…(Kel. 33:11). Musa meninggal ditemani oleh Allah Penciptanya, Penebusnya, yang sangat dikasihi & juga sangat mengasihinya.
Dan inilah obituari…pengakuan Tuhan sendiri…seperti yang dituliskan pada bagian akhir kitab Ulangan.
Di Israel tak ada lagi nabi seperti Musa yang berbicara berhadapan muka dengan TUHAN.
Tak ada yang melakukan mujizat-mujizat dan keajaiban-keajaiban seperti yang dilakukan Musa terhadap negeri Mesir, rajanya dan para pejabatnya sesuai dengan perintah TUHAN.
Tak ada yang melakukan perbuatan-perbuatan hebat dan dahsyat seperti yang dilakukan Musa di depan seluruh bangsa Israel. (Ulangan 34:10-12 – BIMK)

Aplikasi:

  1. Tidak membatasi diri, mau membuka diri dan hati untuk sepenuhnya dipakai oleh Tuhan.
  2. Tidak tawar hati ketika dididik diproses Tuhan.
  3. Tidak protes, kesal, lalu menolak Tuhan ketika diberi hukuman atas kesalahan kita.
    (Musa tidak melawan ketika diberitahukan bahwa ia tidak dapat masuk tanah perjanjian)
  4. Mengisi hidup dengan ketaatan penuh pada Tuhan, setia sampai akhir.
  5. Pikirkan.. obituari seperti apa yang kita ingin untuk Tuhan sebutkan mengenai kehidupan kita.

Biarlah kita hidup dengan bijaksana dan dengan mata selalu tertuju pada pengharapan yang kekal.
Ibrani 11:24-27
Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.
Ulangan 34:1-7

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here