Memusatkan Pikiran Dalam Doa Dan Pelayanan Firman vs Melalaikan Firman Untuk Melayani Meja

0
265

Oleh : IL

(BE Kisah Para Rasul 6:1-7)

Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani
terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata:
“Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja.
Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.”
Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itu pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.
Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Perenungan:
Ketika jumlah jemaat semakin besar, makin banyak pula pelayanan dan hal-hal yang harus dilakukan.

Ada beberapa pelajaran penting lewat catatan sejarah jemaat mula-mula yang ditulis oleh Lukas di atas:

  1. Jangan teralih dari tugas utama gereja Tuhan
    Tugas utama gereja Tuhan adalah
    a. memberitakan kabar keselamatan dari Tuhan, agar jiwa-jiwa dapat diselamatkan
    b. mengajarkan agar melakukan apa yang Yesus perintahkan

Ada beberapa pelayanan yang harus dilakukan gereja selain pelayanan firman, antara lain adalah diakonia.
Diakonia tidak boleh diabaikan karena merupakan aktualisasi dari saling mengasihi dan bertolong-tolongan menanggung beban sesama orang percaya.
Namun…jangan sampai…fokus, usaha, upaya, energi gereja terkuras untuk melakukan pelayanan kemanusiaan (humanis) lalu mengalihkan dari pemberitaan Firman, atau mengurangi porsi yang dilakukan dalam mengabarkan kebenaran.
Hati-hati dengan pengalihan kepada hal-hal yang terlihat baik, urgent…
Pemberitaan Kabar baik merupakan tugas utama gereja, jangan sampai ada agenda apa pun yang menggeser dari melakukan Amanat Agung

  1. Pendelegasian kepada orang-orang yang tepat
    Rasul-Rasul mendelegasikan tugas pelayanan meja (diakonia), bukan kepada sembarang orang..bukan kepada orang-orang yang terampil hanya dalam manajemen ..tetapi orang-orang yang memiliki hati yang baik, yang memiliki kasih dan belas kasihan..dan terutama dalam hal rohani, seorang yang penuh Roh dan hikmat, artinya hidupnya bergaul erat dengan Tuhan sehingga dalam segala hal hidupnya penuh dengan tuntunan Roh Kudus, penuh kuasa dan penuh hikmat.
    Sehingga dalam pelayanan tidak mengambil keputusan tanpa arahan Tuhan, juga kehidupan keluarga, pekerjaan dan kesehariannya pun memuliakan Tuhan, tidak menjadi batu sandungan.

Aplikasi:

  1. Melakukan pelayanan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan panggilan Tuhan bagi setiap kita.
  2. Melakukan porsi pelayanan sesuai dengan kapasitas kita masing-masing.
    Tidak mengambil jabatan pelayanan melebihi kapasitas sehingga terbengkalai.
    Delegasikan kepada orang-orang yang tepat dengan minta tuntunan Roh Kudus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here