It’s Time Now

0
158

Oleh : AP

Yeremia 11:3-5, 7-8, 11, 14, 17 (TB) Katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Terkutuklah orang yang tidak mendengarkan perkataan-perkataan perjanjian ini,
yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu pada waktu mereka Kubawa keluar dari tanah Mesir, dari dapur peleburan besi, dengan berfirman: Dengarkanlah suara-Ku dan lakukanlah segala apa yang Kuperintahkan kepadamu, maka kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu,
sehingga Aku dapat menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada nenek moyangmu untuk memberikan kepada mereka tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya, seperti halnya pada waktu ini.” Lalu jawabku: “Begitulah hendaknya, ya TUHAN!”
Sebab Aku sungguh-sungguh memperingatkan nenek moyangmu, pada waktu Aku menuntun mereka keluar dari tanah Mesir; sampai kepada waktu ini Aku memperingatkan mereka terus-menerus: Dengarkanlah suara-Ku!
Tetapi mereka tidak mau mendengarkan ataupun memperhatikannya, melainkan mereka masing-masing mengikuti kedegilan hatinya yang jahat; maka Aku telah mendatangkan ke atas mereka segala perkataan perjanjian ini, yang telah Kuperintahkan dipegang, tetapi mereka tidak memegangnya.”
Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mendatangkan ke atas mereka malapetaka yang tidak dapat mereka hindari, dan apabila mereka berseru-seru kepada-Ku, maka Aku tidak akan mendengarkan mereka.
Adapun engkau, janganlah engkau berdoa untuk bangsa ini dan janganlah naikkan permohonan dan doa untuk mereka, sebab Aku tidak akan mendengarkan pada waktu mereka berseru kepada-Ku karena malapetaka mereka.
TUHAN semesta alam, yang telah membuat engkau tumbuh, telah menentukan malapetaka atasmu karena kejahatan yang telah dilakukan oleh kaum Israel dan kaum Yehuda untuk menimbulkan sakit hati-Ku dengan membakar korban kepada Baal.”
Yeremia 10:2, 23-24 (TB) Beginilah firman TUHAN: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya.
Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.
Hajarlah aku, ya TUHAN, tetapi dengan selayaknya, jangan dengan murka-Mu, supaya aku jangan Kaubinasakan!

Perenungan
Tuhan panjang sabar dan selalu memegang perjanjiannya.
Panjang sabar berkaitan dengan dosa-dosa umatNya yang seharusnya langsung dihukum tetapi masih diberikan waktu untuk bertobat dan diingatkan kembali tentang perjanjian denganNya.
Tetapi ketika waktunya genap maka hukuman dijatuhkanNya dan keputusanNya tidak bisa dibatalkan.

Penerapan
Karena itu Yesaya 55:6
Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
Ada waktu perkenanan, tetapi ada waktu penghukuman.
Sekarang masih ada waktu anugerah untuk bertobat.
Jangan mengeraskan hati dan mengikuti dunia dan ajaran-ajaran yang keliru.
Hanya Yesus Sang Juru selamat.
Jangan tunggu Ia datang kembali sebagai Penghancur dan Hakim karena akan sudah terlambat dan tidak bisa lagi untuk mengelak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here