Kejatuhan Bukan Akhir Segalanya!

0
171

Oleh : IL

Mazmur 51 ditulis oleh raja Daud, setelah ia ditegur oleh Tuhan melalui nabi Natan.

Apa yang telah diperbuat raja Daud?
berzinah dengan istri Uria, dan berusaha menutupi dosanya dengan merancangkan pembunuhan Uria sehingga seakan-akan mati di tangan musuh, kemudian merebut istri Uria itu.

Untuk standar raja-raja dunia, hal-hal seperti itu adalah biasa dilakukan oleh seorang raja.
Raja-raja dunia bertindak sesuka hatinya tidak mengikuti & mempedulikan hukum-hukum Tuhan.
Namun raja Daud sadar bahwa ia adalah hamba Tuhan, yang dipercayakan memimpin umat Tuhan.
Ada nilai-nilai yang berbeda dari yang dianut oleh dunia. Setelah hati nuraninya tersiksa karena menyimpan dosa, (Mazmur 32)
Daud akhirnya mengakui & menyerah kepada Tuhan Allahnya.

Hal pertama yang dipanjatkan kepada Tuhan adalah memohon belas kasihan Tuhan meminta pengampunanNya.
(Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! )

Ada beberapa hal yang disadari oleh raja Daud:
a. Daud menyadari ada keinginan dosa di dalam dirinya
(Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.)

Roma 7:19
Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

b. Daud menyadari perbuatannya sungguh jahat & telah menyakiti hati Tuhan
(Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, …)

c. Daud menerima dengan rela keputusan Tuhan, yaitu ada penghukuman yang harus ia tanggung akibat dosa yang diperbuatnya.
Daud percaya penuh akan keadilan Tuhan.
(supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.)

d. Daud menyadari tentang dosa bawaan, bahwa manusia sudah berdosa sejak dari dalam kandungan.
(Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. )

e. Daud menyadari bahwa Tuhan melihat kesungguhan hatinya untuk sungguh-sungguh menyesal dan bertobat.
(Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.)

f. Daud menyadari ketika Tuhan mengampuni maka ada pemulihan rohani, dosanya dihapuskan & ada kekuatan roh.
(Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!)
(Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! )

g. Daud menyadari ketika Tuhan mengampuni maka ada pemulihan jiwa, kembali ada gairah & sukacita dari Tuhan.
(Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!)

h. Daud menyadari kebergantungannya kepada Tuhan.
(Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!)

i. Daud menyadari panggilan Tuhan dalam hidupnya, menjadi alat Tuhan membawa yang berdosa berbalik kepada Tuhan.
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

j. Daud menyadari ada dampak dosanya terhadap bangsa Israel, ada hutang darah yang tidak sanggup ia bayar.
Dengan pertobatan sungguh-sungguh (jiwa yang hancur), Daud meminta kemurahan Tuhan, agar Tuhan kembali berkenan kepadanya, kembali berkenan atas Israel agar Tuhan kembali mau menerima korban persembahannya.
( Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu. )

Perenungan
Raja Daud jatuh pada dosa yang sangat besar dan sangat memalukan.
Namun ia mau mengakui dosanya tersebut, dengan rela mau menerima hukuman dari Tuhan (2 Samuel 12) bahkan menjadikan kejatuhannya tersebut pelajaran bagi orang-orang berdosa lain untuk mau bertobat, dan berbalik kepada Tuhan.

Aplikasi:
Adakah dosa, kesalahan, pelanggaran yang telah kita lakukan?

  1. Mari datang mengakui di hadapan Tuhan, menyesali & sungguh-sungguh bertobat untuk tidak melakukannya lagi.
  2. Menyadari bahwa pengampunan dari Tuhan akan membebaskan kita dari segala dosa, namun konsekuensi dosa tetap ada.
    Relakan hati kita menerima keputusan Tuhan tersebut, dan terima sebagai keadilan Tuhan, dan minta kekuatan Tuhan untuk tidak kembali melakukan dosa tersebut.
  3. Menyadari ada panggilan Tuhan untuk menjadi alatNya, membawa jiwa-jiwa berbalik kepada Tuhan.
  4. Bereskan semua hutang-hutang akibat dosa tersebut.
    Untuk hutang yang tidak sanggup kita bayar seperti hutang darah..sungguh-sungguh datang pada Tuhan, minta kemurahan Tuhan, minta anugerahNya & sungguh-sungguh lakukan yang menjadi bagian kita.

Jangan biarkan kejatuhan menghalangi rancangan Tuhan digenapi dalam hidup kita.
Bangkit! Berbalik, bertobat sungguh-sungguh untuk kembali memenuhi panggilan Tuhan.
Tuhan dapat memakai kita untuk menjadi alat Tuhan menjangkau jiwa-jiwa yang mungkin berada dalam kejatuhan yang sama untuk dapat berbalik kepada Tuhan
.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here