Bertobat Dan Dipulihkan vs Bebal Dan Binasa

0
173

Oleh : IL

Bacaan: Mikha 1-2

Nabi Mikha menyampaikan nubuatan mengenai Kerajaan Israel dan Yehuda.
Bahwa TUHAN akan menghancurkan gunung-gunung & lembah Samaria (ibukota Kerajaan Israel) & Yerusalem (ibukota Kerajaan Yehuda),
akan menjadi timbunan puing, batu-batunya akan longsor jatuh ke lembah, dasar-dasarnya disingkapkan.

Mengapa TUHAN melakukannya?
(1:5) Semuanya ini terjadi karena pelanggaran Yakub, dan karena dosa kaum Israel.
Pelanggaran Yakub itu apa? Bukankah itu Samaria? (Pusat penyembahan berhala).
Dosa kaum Yehuda itu apa? Bukankah itu Yerusalem? (Penyembahan berhala dan penindasan).

Dan TUHAN akan menghancurkan segala yang berhubungan dengan penyembahan berhala.
(1:7) Segala patungnya akan diremukkan, segala upah sundalnya akan dibakar, dan segala berhalanya akan Kuhancurkan;
sebab dari upah sundal dikumpulkan semuanya itu, dan akan kembali menjadi upah sundal.

Nabi Mikha dengan tidak berkasut & telanjang, ingin mengeluh, meratap, melolong, meraung karena begitu bobroknya keadaan umat Tuhan saat itu, baik di Kerajaan Israel, maupun Yehuda sehingga malapetaka dari TUHAN sudah tak terelakkan lagi.

Apa yang akan terjadi?
Kerajaan Israel dan kerajaan Yehuda akan ditaklukkan oleh kerajaan Asyur.
Berkali-kali disebutkan bahwa hal itu terjadi karena Tuhan lah yang berkehendak!
(Penakluk masih akan Kudatangkan kepadamu,)

Generasi anak-anak muda, anak kesayangan Israel & Yehuda akan ditawan, dibawa ke pembuangan, menjadi budak-budak.
dan orang-orang tuanya akan sangat berkabung sehingga mereka mencukur kepalanya sampai gundul.
Cukurlah dan gundulkanlah kepalamu, karena anak-anak kesayanganmu! Jadikanlah kepalamu gundul seperti gundulnya burung bangkai, sebab dari padamu mereka akan masuk pembuangan. (lihat 1:16)

Pada pasal 1 nabi Mikha menyampaikan mengenai penyembahan berhala yang dilakukan orang Israel & Yehuda, (dosa dalam hubungan dengan Tuhan – vertikal).
Pada pasal 2 nabi Mikha mengutuk perbuatan-perbuatan keji umat Tuhan terhadap sesamanya (dosa dalam hubungan dengan sesama – horisontal).

Apa saja yang umat Tuhan telah lakukan?

  1. Menggunakan kekuasaan untuk melakukan kelaliman
    (2:1) Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya;

Seperti apa kelaliman yang umat Tuhan lakukan?
(2:2) yang apabila menginginkan ladang-ladang, mereka merampasnya, dan rumah-rumah, mereka menyerobotnya; yang menindas orang dengan rumahnya, manusia dengan milik pusakanya!

Apa yang akan TUHAN lakukan sebagai hukuman kelaliman tersebut?
Tuhan akan membagi-bagikan tanah pusaka orang lalim tersebut, termasuk tanah pusaka hasil rampasan, kepada bangsa penakluk (Kerajaan Asyur). (Lihat 2:3-5).

Apa respon umat Tuhan mendengar nubuatan & teguran Tuhan lewat nabi Mikha tersebut?
a. Melarang nabi Tuhan menyampaikan apa yang Tuhan suruh sampaikan
(2:6a) “Janganlah ucapkan nubuat,” kata mereka itu,
b. Menolak teguran Tuhan
Lebih menggunakan logika & standar mayoritas yang dianut orang-orang pada saat itu
(2:6b) “orang tidak mengucapkan nubuat seperti itu!
c. Mengabaikan, menganggap situasi aman-aman saja
(2:6c) Noda tidak akan menimpa kita.”

Nabi Mikha mengecam respon orang tersebut:

a. Tidak pantas umat Tuhan mengabaikan teguran dari Tuhan
(2:7a) Bolehkah hal itu dikatakan, keturunan Yakub?

b. Menunjukkan betapa TUHAN sudah sangat sabar dan bermurah hati
(2:7b) Apakah TUHAN kurang sabar?

c. Menunjukkan bahwa TUHAN pasti punya alasan kuat ketika melakukan penghukumanNya
(2:7c) Atau seperti inikah tindakan-Nya? Bukankah firman-Ku baik terhadap orang yang benar kelakuannya?

d. Menunjukkan kesalahan umat Tuhan sehingga posisinya menjadi musuh Allah.
(2:8a) Tetapi kamulah yang bangkit sebagai musuh terhadap umat-Ku.

Apa sajakah yang dilakukan umat Tuhan sehingga menjadi musuh Allah?

  • merebut milik orang-orang yang suka damai, yang tidak suka perang.

Apa saja yang direbut, diambil secara paksa?

  • rumah kesayangan, bayi-bayi

Ketika masih ada cara damai, yang dilakukan adalah dengan cara paksa menyita rumah dan mengambil bayi sesamanya sebagai ganti uang pinjaman yang tidak mampu dikembalikan.

Dan itu dilakukan kepada sesama orang Israel & Yehuda.
(2:9) Para isteri di antara umat-Ku kamu halau dari rumah kesayangannya, dari bayi-bayinya kamu mengambil untuk selama-lamanya,
semarak yang telah Kuberikan kepada mereka.

Akhirnya..
TUHAN Allah Israel mengusir umatNya dari tanah pusaka yang telah Tuhan berikan sebelumnya.
(2:10a) Bangkitlah dan pergilah, sebab ini bukan tempat perhentian bagimu!

Mengapa?
(2:10b) Oleh karena kenajisan maka kamu akan dibinasakan dengan kebinasaan yang tidak terpulihkan.

Dengan gaya bahasa sindiran, nabi Mikha menyampaikan bahwa umat Tuhan lebih suka mendengar nubuat palsu, yang penuh kebohongan, asalkan menyenangkan telinga!
(2:11) Seandainya seseorang datang mereka-reka yang hampa dan dusta:
“Aku bernubuat kepadamu tentang anggur dan arak,” maka dialah yang patut menjadi orang yang bernubuat terhadap bangsa ini!

Nubuatan tentang penghancuran oleh kerajaan Asyur di Mikha pasal 1 & 2 ini ditutup dengan sebuah janji yang luar biasa. (Mikha 2:12-13)
bahwa TUHAN tidak akan memunahkan seluruh Israel & Yehuda, masih ada orang-orang yang tetap hidup!
Dan Tuhan akan menyatukan kembali kedua kerajaan yang sempat terpecah tersebut, Tuhan akan menghimpun umatNya yang tercerai berai, menjadi satu kembali, dan TUHAN sendiri lah yang menjadi Kepala barisan mereka… Woww.. luar biasa..

Aplikasi:

  1. Jangan mengeraskan hati ketika ditegur oleh Tuhan.
    Jangan hanya mengikuti logika, atau suara mayoritas, miliki kepekaan untuk mengetahui bahwa teguran tersebut berasal dari Tuhan.
  2. Segera bertobat saat ditegur Tuhan.
    Lakukan corrective action (tindakan koreksi).
    Perbaiki hal-hal yang belum berkenan kepada Tuhan, baik segi rohani (penyembahan kepada Tuhan), maupun segi jasmani (perlakuan terhadap sesama).
  3. Percayalah bahwa seberapa terpuruknya kondisi umat Tuhan, ketika ada pertobatan maka selalu ada harapan terjadi pemulihan,
    yang sesuai waktunya Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here