Kejaaam! ….. Tidak Mengenal Belas Kasihan!

0
437

Oleh : IL

“Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin. Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya.
Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya
dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.

Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi …. ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.”

Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: “Demi TUHAN yang hidup:
orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat,
karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan.” (2 Samuel 12:1-6)

Raja Daud begitu marah mendengar ada seorang kaya raya yang merebut anak domba satu-satunya milik si miskin, hanya gara-gara si kaya merasa sayang kepada kambing domba dan lembu-lembu miliknya.
Sebagai raja yang menegakkan keadilan dan kebenaran di tanah Israel (2 Samuel 8:15), raja Daud merasa harus menghukum berat orang kaya tersebut.

Vonis hukuman apa yang raja Daud berikan kepada orang seperti itu?

  1. Harus ganti rugi 4 kali lipat
    ==> Menunjukkan pelanggaran berat, sehingga bukan hanya diganti 1 tapi 4 kali lipat.
  2. Harus dihukum mati
    ==> Tidak cukup hanya mengganti kerugian, orang tersebut pun harus menerima hukuman yang paling berat yaitu hukuman mati!

Apa kesalahan terbesar orang kaya tersebut?
Daud sendiri mengatakan bahwa dengan melakukan tindakan tersebut… ia tidak kenal belas kasihan! (6b) atau dengan kata lain “kejam!”.

Kisah di atas adalah perumpamaan yang disampaikan nabi Natan untuk menggambarkan apa yang Daud lakukan kepada Uria orang Het, salah satu dari 37 pahlawan Daud (2 Samuel 23:39).

Dan Daud menyadari dosa kesalahannya sebagai dosa besar kepada Tuhan!
Tanpa berdalih Daud langsung saat itu juga mengaku dosa.

2 Samuel 12:13a
Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.”

Kepada orang yang mau bertobat, Tuhan memberikan kasih karunia-Nya.
Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. (2 Samuel 12:13b)

Sebagai penegak keadilan dan kebenaran, raja Daud menyadari bahwa seharusnya ia layak dihukum mati oleh Tuhan.
Setelah bertobat, Daud juga menerima konsekuensi hukuman Tuhan atas dosa yang telah diperbuatnya.
Tuhan menghukum Daud dengan tidak membiarkan hidup anak hasil perzinahannya sekalipun Daud telah memohon dengan sangat. Respon Daud adalah rela menerima hukuman dari Tuhan tersebut.

Aplikasi:

  1. Merefleksi diri
    Jangan-jangan kita terlalu banyak melihat kesalahan orang lain, padahal ada dosa dan kesalahan yang tidak kita sadari, atau kita anggap remeh dan wajar. Minta Roh Kudus membukakan bagi kita, dan seperti Daud segera mengaku dosa, bertobat tanpa berdalih.

Matius 7:3-5
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

  1. Menerima konsekuensi hukuman
    Ketika hati sungguh-sungguh bertobat dan menyesal, maka ada hati yang rela menerima hukuman dan konsekuensi dari dosa dan kesalahan. Pertobatan tanpa mau menerima hukuman, bukanlah pertobatan sejati.
  2. Mempertajam hati nurani
    Peka terhadap tuntunan dan teguran Roh Kudus sehingga dapat memperlakukan sesama dengan belas kasihan, tidak dengan kejam dan merasa diri benar.

Amsal 14:31
Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here