Karena Kata-Katamu Itu

0
58

Oleh : IL

(BE Markus 7:24-29)
Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus.
Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia.
Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
Lalu Yesus berkata kepadanya:
“Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
Tetapi perempuan itu menjawab:
“Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”
Maka kata Yesus kepada perempuan itu:
“Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

Perenungan:

  1. Tirus adalah daerah orang non Yahudi, Yesus berusaha menyingkir untuk sementara dan diam-diam masuk ke sebuah rumah, berusaha untuk tidak diketahui siapa pun.
    Namun dituliskan bahwa kedatanganNya sudah tidak dapat dirahasiakan.
    Menarik sekali, sementara di kampung halaman Yesus orang-orang malah menolakNya, di daerah orang yang tidak mengenal Tuhan ini ada orang-orang yang merespon dengan sungguh-sungguh kedatangan Mesias.
  2. Yesus menghargai sekali perkataan perempuan Siro-Fenisia yang mencerminkan iman, kerendahan hati & persistensi.
    Ia sangat beriman bahwa Yesus sanggup mengusir setan dari anak perempuannya.
    Juga sekalipun ia menyadari bahwa ia tidak layak, namun ia percaya masih ada belas kasihan (mercy) dari Tuhan.
    Ia telah mendengar tentang kasih & kuasa Yesus, sama sekali ia tidak gentar sekalipun Yesus pada awalnya seperti tidak menghiraukannya… seperti menolaknya.

Perempuan Siro-Fenesia tersebut termasuk orang non Yahudi yang menerima mujizat Yesus, padahal agenda Yesus ke Tirus bukan untuk menyembuhkan atau mengusir setan.
Saat itu Yesus tidak mau ada orang yang mengetahui keberadaanNya.
Namun karena iman, kerendahan hati dan persistensi dari perempuan Siro Fenesia tersebut, ia menerima mujizat, anak perempuannya disembuhkan dari kerasukan setan.
Dan peristiwa ini dicatat oleh penulis Injil Markus & Matius menjadi contoh yang luar biasa tentang iman seorang non Yahudi (Gentiles).

Ternyata perkataan, yang merupakan wujud iman, merupakan salah satu faktor yang menentukan apakah seseorang menerima mujizat atau tidak.

Markus 7:29
Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here