Doa sebagai ukupan

0
94

Oleh : AP

Mazmur 141:2-4 (TB) Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.

Daud dalam Mazmur 141 sudah jauh melangkah maju dalam pandangan teologinya.
Ia mengatakan bahwa doanya adalah seperti salah satu persembahan yaitu ukupan … asap harum yang naik ke surga.

Wahyu 5:8 juga menuliskan hal yang sama bahwa doa orang-orang kudus seperti asap kemenyan yang harum di hadapan Tuhan.

Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!
Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka.

Tapi sewaktu doa kita harus menjaga bibir supaya jangan berdoa sembarangan dan doa tanpa hati dan perbuatan yang benar tidak berkenan kepada Tuhan.

Yesaya 29:13
Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,

Dengan kata lain Tuhan tidak suka doa yang munafik…karena Tuhan tidak suka dibohongi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here