Berdamai dengan Allah

0
374

Oleh : AP

Mazmur 36:1-12 (TB) Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, dari Daud. (36-2) Dosa bertutur di lubuk hati orang fasik; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu,
(36-3) sebab ia membujuk dirinya, sampai orang mendapati kesalahannya dan membencinya.
(36-4) Perkataan dari mulutnya ialah kejahatan dan tipu daya, ia berhenti berlaku bijaksana dan berbuat baik.
(36-5) Kejahatan dirancangkannya di tempat tidurnya, ia menempatkan dirinya di jalan yang tidak baik; apa yang jahat tidak ditolaknya.
(36-6) Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan.
(36-7) Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Manusia dan hewan Kauselamatkan, ya TUHAN.
(36-8) Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.
(36-9) Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.
(36-10) Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.
(36-11) Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati!
(36-12) Janganlah kiranya kaki orang-orang congkak menginjak aku, dan tangan orang fasik mengusir aku.
(36-13) Lihat, orang-orang yang melakukan kejahatan itu jatuh; mereka dibanting dan tidak dapat bangun lagi

Perenungan
Pemazmur menjelaskan bahwa orang yang berbuat jahat seperti orang buta yang tidak bisa melihat betapa jahatnya perbuatannya.
Perkataannya menipu dan berbelit-belit.
Selalu memikirkan yang jahat.
Tetapi di akhir mazmur dikatakan semua yang berbuat jahat akan dijatuhkan, direndahkan, dibuang dan tidak akan bisa berdiri lagi.
Artinya orang jahat pada akhirnya akan dihukum tanpa ada pengampunan lagi.

Penerapan
Mungkin kita berpikir saya bukan orang jahat dan saya tidak berbuat jahat.
Itu suatu yang baik dan memang harus begitu.
Tetapi semua orang yang di luar Tuhan statusnya sudah jatuh dalam dosa dan sama dengan orang jahat.
Dengan kata lain meskipun tidak berbuat jahat tetapi di kekekalan nanti ia akan disatukan dalam kelompok orang jahat.
Dan hanya bisa menunggu pemghukuman.
Satu-satu nya cara keluar dari hukuman adalah mau bersamai dengan Allah lewat anakNya Yesus Kristus.

Jika masih diberikan kesempatan…segera berdamailah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here