Bagaimana Ini……?

0
470

Oleh : IL

Bacaan: Yesaya 1

Yesaya pasal 1 berisi keluhan TUHAN sendiri mengenai pemberontakkan umatNya.
Israel, umat yang telah dituntun-Nya keluar dari Mesir, dijagai dipelihara selama di padang gurun, kemudian diberi milik pusaka berupa tanah yang sangat subur, yaitu tanah Kanaan, namun…..menolak, meninggalkan & melupakan Tuhannya!

Sebagai Bapa, TUHAN tidak membiarkan umatNya menyimpang. TUHAN memberi pukulan, agar umatNya bertobat.
Namun… UmatNya malah bertambah murtad!
Sampai TUHAN bertanya…
(1:5) Di mana kamu mau dipukul lagi, kamu yang bertambah murtad? Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu.

Apa yang terjadi dengan Israel?

  1. Hal-hal yang dilakukan:
    a. Berdosa, sarat dengan kesalahan
    b. Keturunannya jahat-jahat, anak-anaknya berlaku buruk
    c. Meninggalkan Tuhan, menista & berpaling membelakangi (menjauh, tidak mau mendengarkan, menolak & bertindak kurang ajar)
  2. Yang dialami:
    Segala aspek sudah bobrok & sama sekali tidak ada upaya memperbaiki
    (Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat: bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak.)
  3. Nubuatan tentang hal-hal yang akan datang, yang akan dialami:
    a. Kehancuran secara materi
    (Negerimu menjadi sunyi sepi, kota-kotamu habis terbakar;)
    b. Dijarah
    (di depan matamu orang-orang asing memakan hasil dari tanahmu.)
    c. Ditawan
    (Sunyi sepi negeri itu seolah-olah ditunggangbalikkan orang asing.)
    d. Yerusalem ditinggalkan dalam keadaan kosong
    (Puteri Sion tertinggal sendirian seperti pondok di kebun anggur, seperti gubuk di kebun mentimun dan seperti kota yang terkepung.)

Dalam keadaan yang begitu mengenaskan tersebut, Nabi Yesaya menyadarkan pembacanya mengenai masih ada anugerah Tuhan
sekalipun dalam keadaan yang buruk.
(Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora.)

Lalu nabi Yesaya menegur keras pemimpin-pemimpin & rakyat Yehuda:
a. Apa yang harus dilakukan?

  • Dengar sungguh-sungguh Firman TUHAN
  • Perhatikan sungguh-sungguh pengejaran dari Tuhan

b. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan Kerajaan Yehuda:
Melakukan ibadah agamawi tanpa ketaatan kepada Tuhan:
– memberi korban pada Tuhan, namun terpaksa & tanpa hati yang taat.
– melakukan perayaan-perayaan & datang ke Bait Suci untuk beribadah, berdoa, memberikan persembahan tapi tetap melakukan dosa & kejahatan.

Dan Tuhan sangat benci ketika melihat umatNya hanya melakukan ritual agamawi tanpa hati yang sungguh-sungguh mau datang kepada Tuhan. Berulang kali Tuhan menyatakannya:

  • Aku benci melihatnya
  • semuanya itu menjadi beban bagi-Ku
  • Aku telah payah menanggungnya
  • Aku akan memalingkan muka
  • aku tidak akan mendengarkan

Apa yang harus dilakukan oleh umat Tuhan?

1. Berhenti berbuat jahat

(Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku.
Berhentilah berbuat jahat,)

2. Mulai belajar berbuat baik, sesuai nilai-nilai Kerajaan Allah (kebenaran, keadilan, belas kasihan)

(belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Inilah yang Tuhan pastikan bahwa akan dilakukan-Nya:

  1. Ketika umatNya mau berbalik, bertobat:

a. TUHAN akan mengampuni & menghapuskan segala dosa
(Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu menurut dan mau mendengar, )

b. TUHAN akan memulihkan
(maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.)

  1. Ketika umatNya menolak berbalik:
    Akan mengalami kehancuran, kebinasaan
    (Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang.” Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.)

Ugh!
Mengapa Tuhan membiarkan hal itu terjadi?
Mengapa begitu seriusnya…..
begitu seram nya peringatan nubuatan yang disampaikan oleh nabi Yesaya ini?

Inilah alasannya!
Inilah keadaan Yehuda saat Tuhan mengutus nabi Yesaya untuk menyampaikan nubuatan tentang kehancuran Kerajaan Yehuda.
Saat keadaan “masih” terlihat “baik-baik” saja.

Inilah yang Tuhan lihat: Degradasi !

(21-23) Bagaimana ini, kota yang dahulu setia sekarang sudah menjadi sundal!
Tadinya penuh keadilan dan di situ selalu diam kebenaran, tetapi sekarang penuh pembunuh.
Perakmu tidak murni lagi dan arakmu bercampur air.
Para pemimpinmu adalah pemberontak dan bersekongkol dengan pencuri.
Semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok.
Mereka tidak membela hak anak-anak yatim, dan perkara janda-janda tidak sampai kepada mereka.

Inilah alasan Tuhan, yang akan membiarkan umatNya mengalami kehancuran seperti yang disampaikan lewat nabi Yesaya di atas…

  1. Untuk memurnikan umat Tuhan dari segala perilaku yang menyimpang
    (Sebab itu demikianlah firman Tuhan, TUHAN semesta alam, Yang Mahakuat pelindung Israel;
    “Ha, Aku akan melampiaskan dendam-Ku kepada para lawan-Ku, dan melakukan pembalasan kepada para musuh-Ku.
    Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan memurnikan perakmu dengan garam soda, dan akan menyingkirkan segala timah dari padanya.
  2. Untuk mengembalikan umatNya pada nilai-nilai Kerajaan Allah (keadilan, kesetiaan)
    (Aku akan mengembalikan para hakimmu seperti dahulu, dan para penasihatmu seperti semula.
    Sesudah itu engkau akan disebutkan kota keadilan, kota yang setia.”)
  3. Untuk memulihkan orang-orang yang mau bertobat
    (Sion akan Kubebaskan dengan penghakiman yang adil dan orang-orangnya yang bertobat akan Kubebaskan dengan tindakan yang benar.)
  4. Untuk menghukum orang-orang yang tidak mau bertobat, yang memberontak
    (Tetapi orang-orang yang memberontak dan orang-orang berdosa akan dihancurkan bersama, dan orang-orang yang meninggalkan TUHAN akan habis lenyap.)
  5. Agar umat Tuhan sungguh-sungguh menyadari kesalahan & kebodohannya di masa lalu, yang menyimpang pada berhala-berhala kesia-siaan
    (Sungguh, kamu akan mendapat malu karena pohon-pohon keramat yang kamu inginkan; dan kamu akan tersipu-sipu karena taman-taman dewa yang kamu pilih.)
  6. Agar umat Tuhan menyadari bahwa hasil dari mengikuti berhala adalah kehancuran, segala yang telah dibangun semuanya rusak, sia-sia (Sebab kamu akan seperti pohon keramat yang daunnya layu, dan seperti kebun yang kekurangan air.
    Maka yang kuat menjadi seolah-olah kapas dan pekerjaannya menjadi seolah-olah bunga api; keduanya menimbulkan api dan tidak ada yang dapat memadamkan.)

Aplikasi:
Mari cek kehidupan ibadah kita:

  1. Apakah kita sungguh-sungguh punya hubungan dengan Allah Pencipta yang kita sembah, ataukah ibadah kita hanya ritual, kegiatan keagamaan secara fisik tanpa ada hati yang mengasihi Tuhan?
  2. Apakah kita percaya bahwa ada kuasa Tuhan ketika kita menyembahNya?
    Sehingga kita hidup penuh ketaatan kepada FirmanNya.
    Ataukah sebenarnya batin kita kurang bahkan tidak terlalu percaya akan kuasa Tuhan, akan kuasa FirmanNya..sehingga dalam menjalani hidup kita..hanya menuruti pertimbangan-pertimbangan logika, dan kehendak hati kita, tanpa melibatkan Tuhan?
  3. Apakah kita menjadi orang yang begitu rajin beribadah, memberikan persembahan, namun perilaku kita menunjukkan ketidak tundukkan kepada Tuhan, tidak taat kepada FirmanNya?

4 Timotius 3:5
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.
Jauhilah mereka itu!

Tuhan memberikan perintah-perintah, peraturan-peraturan, dan nilai-nilai ilahi bagi umatNya, tujuannya bukan untuk mempersulit umatNya,
namun agar umatNya menikmati hidup berkelimpahan di dalam Tuhan, hidup yang sesuai tatanan ilahi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here