Oleh : IL
2 Samuel 21:1-2
Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: “Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon.”
Lalu raja memanggil orang-orang Gibeon dan berkata kepada mereka, — orang-orang Gibeon itu tidak termasuk orang Israel, tetapi termasuk sisa-sisa orang Amori dan walaupun orang Israel telah bersumpah kepada mereka, Saul berikhtiar membasmi mereka dalam kegiatannya untuk kepentingan orang Israel dan Yehuda, —
Perenungan:
Saul adalah raja pertama Israel.
Ketika nabi Samuel diperintahkan Tuhan untuk mengurapi Saul, ada sebuah kalimat yang merupakan amanat dari Tuhan kepada seorang raja Israel, yaitu agar menyelamatkan umat Tuhan dari musuh-musuh di sekitarnya.
1 Samuel 10:1
Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata:
“Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel?
Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN,
dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya……
Alkitab tidak menuliskan secara jelas tentang berapa lama Saul memerintah sebagai raja Israel.
Namun menurut tafsiran diperkirakan selama 40 tahun, yaitu 18 tahun saat nabi Samuel masih hidup, kemudian masih memerintah 22 tahun setelah kematian nabi Samuel.
Pada awal pemerintahannya, raja Saul melakukan tugasnya dengan baik.
Dalam nyanyian ratapan Daud, yang digubah saat kematian Saul, Daud menuliskan hal-hal baik tentang raja Saul di mana ia pada awalnya melakukan peperangan melawan musuh-musuh Israel seperti yang Tuhan kehendaki, dan dalam berkat Tuhan, membawa kemakmuran bagi Israel. (2 Samuel 1:23-27).
Namun beberapa kali Saul mengabaikan perintah Tuhan dan tidak mau bertobat, dan Tuhan pun meninggalkan Saul.
Sekalipun Saul masih memiliki jabatan sebagai raja Israel… tetapi tindakan-tindakannya adalah keputusan-keputusan pribadinya tanpa melibatkan Tuhan.
Ketika Saul menjauh dari Tuhan, banyak usaha-usaha & tindakan-tindakannya yang sepertinya bertujuan baik, namun ternyata tidak benar di hadapan Tuhan.
Saul sebagai raja Israel, tidak mengerti kehendak Tuhan Allah Israel yang telah mengangkatnya menjadi raja atas umatNya.
Suatu ketika Saul ingin membunuh orang-orang Gibeon, dan hal ini dilakukan untuk kepentingan orang Israel dan Yehuda (2 Samuel 21:2).
Dilihat dari sisi strategi, tindakan raja Saul ini luar biasa…
Dan Saul melakukannya bukan untuk kepentingan pribadi atau hanya untuk kepentingan sukunya yaitu suku Benyamin..
No! Saul melakukannya untuk kepentingan negara Israel & suku Yehuda! Woww…
Namun…..
Tindakan Saul tersebut bukan hanya tidak dikenan oleh Tuhan, namun merupakan hutang darah!
Karena merupakan pelanggaran terhadap sumpah yang telah dibuat oleh Yosua dengan orang Gibeon, dan sumpah ini berlaku turun temurun.
Hutang darah tersebut harus dibayar!
Apa yang ditulis dalan 2 Samuel 21 ini sangat menyedihkan!
Seluruh Israel harus mengalami kelaparan selama 3 tahun…
dan hutang darah tersebut akhirnya harus diselesaikan dengan bayaran berupa kematian 7 orang dari keturunan Saul, yang harus mati dengan cara yang mengerikan yaitu digantung!
Aplikasi
- Menyadari bahwa tujuan yang baik, bila dilakukan dengan cara yang tidak benar, dapat mengakibatkan malapetaka.
- Menyadari bahwa dalam setiap kepercayaan yang Tuhan berikan (dalam keluarga, pelayanan & pekerjaan) perlu meminta hikmat dari Tuhan, sehingga setiap rencana, keputusan & tindakan yang diambil selaras dengan kehendak Tuhan, dan hari-hari hidup kita diisi oleh hal-hal yang berkenan kepada Tuhan.
Menyadari bahwa di luar Tuhan, kita bisa mengambil keputusan-keputusan salah, yang bukan hanya dapat berakibat penyesalan, namun bisa mendatangkan malapetaka.
Mari terus terhubung dengan Tuhan, agar hari-hari hidup kita diisi dengan pekerjaan-pekerjaan baik seperti yang Tuhan telah rancangkan sejak semula, dan bukan dengan hal-hal yang kita pikir “baik”, namun ternyata tidak berkenan kepada Tuhan.
Efesus 2:10
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus
untuk melakukan pekerjaan baik,
yang dipersiapkan Allah sebelumnya.
Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.











