Berpaut Kepada Tuhan… Namun Mengandalkan Diri ?!

0
2

Oleh : IL

1 Raja-raja 15:9-19

Dalam tahun kedua puluh zaman Yerobeam, raja Israel, Asa menjadi raja atas Yehuda.
Empat puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama neneknya yang perempuan ialah Maakha, anak Abisalom.
Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya.
Ia menyingkirkan pelacuran bakti dari negeri itu dan menjauhkan segala berhala yang dibuat oleh nenek moyangnya.
Bahkan ia memecat Maakha, neneknya, dari pangkat ibu suri, karena neneknya itu membuat patung Asyera yang keji. Asa merobohkan patung yang keji itu dan membakarnya di lembah Kidron.
Sekalipun bukit-bukit pengorbanan tidak dijauhkan, namun Asa berpaut kepada TUHAN dengan segenap hatinya sepanjang umurnya.
Ia membawa persembahan-persembahan kudus ayahnya dan persembahan-persembahan kudusnya sendiri ke rumah TUHAN, yakni emas dan perak serta barang-barang lain.
Dan ada perang antara Asa dan Baesa, raja Israel, sepanjang umur mereka.
Baesa, raja Israel, maju berperang melawan Yehuda, dan ia memperkuat Rama, dengan maksud mencegah lalu lintas kepada Asa, raja Yehuda.
Tetapi Asa mengambil segala emas dan perak yang masih tinggal dalam perbendaharaan rumah TUHAN dan dalam perbendaharaan rumah raja dan menyerahkannya kepada pegawainya.
*Kemudian raja Asa mengutus mereka kepada Benhadad bin Tabrimon bin Hezion, raja Aram yang diam di Damsyik, dengan membawa pesan:
“Ada perjanjian antara aku dan engkau, antara ayahku dan ayahmu. Di sini kukirim kepadamu suatu bingkisan, yakni emas dan perak. Marilah, batalkanlah perjanjianmu dengan Baesa, raja Israel, supaya ia undur dari padaku.”

Perenungan:
Dari sekian banyak raja-raja Yehuda, yang adalah keturunan raja Daud, raja Asa termasuk raja yang melakukan apa yang benar di mata Tuhan.
Setelah 3 generasi menyimpang, di mana Yehuda menjadi penyembah berhala sejak akhir pemerintahan raja Salomo, yang dilanjutkan raja Rehabeam, lalu raja Abiam.
Raja Asa membuat perombakan drastis mengembalikan Yehuda kepada penyembahan kepada Tuhan dan menjauhkan segala berhala.
Ia pun membawa persembahan-persembahan kudus berupa emas dan perak ke rumah Tuhan.
Woww… luar biasa..

Pada awal-awal pemerintahannya sampai tahun ke 35, raja Asa sangat mengandalkan Tuhan, dan Tuhan memberikan kemenangan yang gilang gemilang, seperti dituliskan dalam 2 Tawarikh 14:9-15, Tuhan memberikan kemenangan melawan 1 juta tentara Etiopia yang gagah-gagah itu…. dan Tuhan memberikan keamanan atas Yehuda…

Namun…
ironis sekali.. di tahun ke 36.. ketika Yehuda mendapat ancaman blokade dari raja Israel Utara..
Raja Asa seakan dengan mudahnya mengambil emas dan perak dalam perbendaharaan rumah Tuhan dan menyerahkan kepada Benhadad raja Aram agar berpihak kepada Yehuda.
Ini menunjukkan penurunan kondisi spiritual raja Asa.
Tanpa segan-segan, raja Asa mengambil emas yang kudus yang telah dipersembahkan kepada Tuhan, seakan-akan itu hanya emas simpanan miliknya sendiri.

Mengapa hal ini bisa terjadi?
Alkitab tidak mencatat penyebab raja Asa berubah hatinya.
Awalnya yang dimulai dengan begitu luar biasa diakhiri dengan berjalan dengan kekuatan sendiri yang sebetulnya adalah kebodohan rohani!
Ada sebuah clue (petunjuk) di dalam kitab Tawarikh, yang menunjukkan bahwa raja Asa tidak lagi mengandalkan Tuhan, ia berjuang mengatasi masalah-masalah dengan kekuatannya sendiri.

2 Tawarikh 16:12
Pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahannya Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah.
Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib.

Sungguh sangat disayangkan, seorang raja yang menyembah Tuhan, yang takut akan Tuhan, dan membawa rakyat kepada penyembahan kepada Tuhan… namun dalam menghadapi ancaman musuh malahan mengandalkan kekuatan emas perak.. dalam menghadapi sakit penyakit malahan mengandalkan kehebatan tabib-tabib..

Tuhan ingin umatNya mengandalkanNya, karena Tuhan sanggup dan karena Tuhan punya rencana dahsyat bagi setiap anak-anakNya, dan rancanganNya hanya bisa digenapi ketika anak-anakNya mau mendengarkan perkataanNya, mau mengikuti arahan-arahanNya, mau di mengandalkanNya!

Aplikasi:
Mari cek, apakah kita seperti raja Asa…
yang setia beribadah kepada Tuhan,
yang awalnya begitu mengandalkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita..
namun dengan berjalannya waktu.. setelah keadaan perekonomian meningkat dan semakin mapan… dalam keseharian…. kita mulai berpikir, memutuskan & bertindak dengan mengandalkan kekuatan diri kita sendiri?
dan terbiasa tidak melibatkan dan tidak mengandalkan Tuhan lagi?

  1. Mari terus menjaga hubungan dengan Tuhan sampai akhir perjalanan hidup kita.
    Karena hanya dengan terhubung dengan Tuhan sebagai Sang Sumber lah yang membuat kita dapat melakukan hal yang benar, yang berkenan kepada Tuhan dan menjaga untuk terus dalam track yang benar.
    Menyadari bahwa di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Yohanes 15:5
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.
Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

  1. Mari terus jaga dan perbaharui komitmen kita kepada Tuhan hari demi hari, sampai garis akhir, finishing well.
    Karena ternyata komitmen kita di masa lalu, tidak dapat menjamin komitmen kita di hari ini & di masa depan.

2 Timotius 4:7-8
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik,
*aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya;
tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

  1. Mari melatih untuk hidup mengandalkan Tuhan saja, dan tidak lagi mengandalkan diri sendiri dan siapa pun, melatih diri untuk tidak mengandalkan kekuatan, kepintaran, jabatan, kekuasaan manusia siapa pun itu.
    Menyadari bahwa Tuhan Allah Pencipta ingin agar kita mengandalkanNya, dan itu adalah untuk kebaikan kita, dan agar rancanganNya yang dahsyat dapat digenapi dalam hidup kita.

Dalam segala situasi kondisi negara & dunia yang sedang bergolak & tidak mudah…. Mari kuatkan kepercayaan kita kepada Tuhan, Allah yang memegang kendali atas semuanya.
Segala yang Tuhan ijinkan terjadi, akan Tuhan buat untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihiNya.
Dan jangan sampai kita menjadi orang-orang yang beribadah kepada Tuhan, namun tidak yakin akan kuasaNya yang sanggup memelihara hidup kita!

Roma 8:28 (TSI3) Maka yakinlah bahwa di balik segala sesuatu yang kita alami, Allah bekerja mengatur semuanya itu untuk menghasilkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya. Sebab kita adalah orang-orang yang sudah Dia pilih sesuai dengan rencana-Nya.

2 Timotius 3:1, 5
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
…..
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

1 Petrus 5:7
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here