Karena Tidak Setia Terhadap Tuhan!

0
256

Oleh : IL

Setelah menuliskan silsilah suku-suku Israel, dan secara khusus silsilah orang-orang yang dipercaya melayani dalam Rumah Tuhan,
Ezra memulai narasinya dengan peristiwa perang melawan Filistin yang menyebabkan kematian raja Saul yang mengenaskan.
Dalam keadaan parah, Saul mati bunuh diri menjatuhkan diri pada pedangnya sendiri untuk mencegahnya menjadi bulan-bulanan musuh.
Yang lebih mengerikan, kepalanya digantung di kuil Dagon sepertinya menjadi kemenangan Filistin yang seakan-akan diberikan oleh dewa mereka.

Narasi tentang kematian Saul ini ditutup dengan sebuah kesimpulan, sebagai berikut :

Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN,
dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah,
dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai.
(1 Taw. 10:13-14)

Kemudian narasi dilanjutkan dengan perpindahan tampuk kepemimpinan kepada Daud, seperti yang telah Tuhan rancangkan.

Perenungan:

  1. Kitab Tawarikh menuliskan catatan sejarah untuk menjadi pelajaran berharga bagi Israel generasi baru yang kembali dari pembuangan,
    untuk memulai hidup yang baru di tanah perjanjian, tanah pusaka yang Tuhan berikan untuk hidup sebagai umat Tuhan yang kudus.
    Sebagai umat yang terhubung dengan Allah Pencipta Penebus Pembebas mereka untuk tidak mengulang sejarah, tidak kembali melakukan kesalahan di masa lalu.

Demikian pula catatan sejarah ini, memberikan pelajaran penting bagi kita umat Tuhan di abad modern ini.
Ada sikap dan perbuatan-perbuatan yang menunjukkan ketidaksetiaan kepada Tuhan. (1 Taw. 10:13-14) sebagai berikut :
a. perbuatan tidak berpegang pada Firman Tuhan
(Saul mengabaikan perintah Tuhan untuk memunahkan orang Amalek beserta ternak-ternaknya – 1 Samuel 15)
b. meminta bantuan kepada yang lain selain Tuhan, apalagi menanyakan petunjuk kepada arwah, sesuatu yang dengan keras Tuhan larang,
c. serta tidak meminta petunjuk Tuhan.
Hal-hal di atas terlihat remeh, sepele bagi orang yang hidupnya tidak takut akan Tuhan. Namun bagi orang yang terhubung dengan Tuhan, setiap perkataan Tuhan akan sungguh-sungguh diperhatikan, sungguh-sungguh dilakukan dengan seluruh kemampuan
seperti Nuh, Musa, Yosua, Daud yang selalu meminta petunjuk Tuhan dan siap melakukan tepat seperti yang Tuhan perintahkan.

  1. Ketidaksetiaan kepada Tuhan akan menentukan perjalanan hidup seseorang, bahkan menentukan bagaimana seseorang mengakhiri hidupnya.

Aplikasi:

  1. Mau belajar dari sejarah, menghargai dan memperhatikan sungguh-sungguh agar tidak mengulang kesalahan.
  2. Bangkit, dan membangun keterhubungan dengan Tuhan dan ketaatan sebagai modal dasar untuk dapat hidup takut akan Tuhan, taat, setia dan berkenan kepada Tuhan.

Mazmur 37:3, 9
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,
Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here