Oleh : IL
Bacaan: 2 Samuel 12:1-14
Perenungan:
Menarik sekali ketika membaca narasi percakapan di atas.
Raja Daud marah besar mendengar tentang kesewenang-wenangan seorang kaya yang begitu tega nya mengambil anak domba betina milik seorang yang miskin untuk menyuguhkan makanan bagi pengembara yang datang ke rumahnya.
Tradisi pada jaman itu bila ada seorang asing yang datang, maka tuan rumah wajib menjamu tamu tersebut sekalipun ia seorang asing.
Orang kaya tersebut sepertinya berbaik hati mau menjamu pengembara tersebut.. namun yang ia lakukan adalah menindas orang miskin dengan merampas milik orang miskin tersebut.
Memang seorang yang kaya memiliki kuasa dan pengaruh yang besar, sebaliknya orang miskin tidak berdaya… tidak bisa membela diri.
Namun raja Daud tidak sadar bahwa peristiwa perampasan anak domba betina milik si miskin tersebut hanyalah sebuah perumpamaan yang diceritakan nabi Natan untuk menyadarkan diri raja Daud.
Agak mengherankan bahwa Daud tidak menyadari bahwa ia sendiri yang memiliki nilai-nilai kebenaran, tahu mana yang baik, adil, dan benar… namun… ia sendiri jatuh ke dalam dosa kejahatan yang sangat besar.
Ia menjadi penzinah, mengingini isteri orang lain, mencuri dari suaminya, bahkan menjadi seorang pembunuh!
Betapa banyak hukum dari 10 hukum Tuhan yang dilanggar olehnya..
Dan ia berusaha menutupi dosa-dosanya, dan masih merasa dapat menjadi raja yang adil dengan mau menghukum tokoh fiktif si kaya yang mengambil anak domba betina milik si miskin.
Hal ini merupakan tindakan double standard!
Mengenakan standar yang tegas, keras, strict kepada orang lain, namun lembek, lemah, kompromi terhadap diri sendiri.
Aplikasi:
- Mari cek adakah standar berbeda yang kita berlakukan kepada orang lain yang berbeda dengan standar yang kita pakai sendiri.
- Mari cek apakah ada ketidakbenaran yang kita sembunyikan, lalu kita menjalani hidup seperti kehidupan yang biasa-biasa saja..
- Mari selaraskan standar hidup kita dengan kebenaran firman Tuhan, jangan atas kepentingan sendiri.
- Mari bertobat bila ada hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.











