Panggilan vs Pencitraan

0
15

Oleh : IL

Matius 14:11-13

(TSI3.4) Lalu kepala Yohanes dibawa dengan piring besar dan diberikan kepada putri Herodiana. Kemudian dia menyerahkannya kepada ibunya.
Waktu para pengikut Yohanes Pembaptis mendengar berita itu, mereka pergi ke penjara dan mengambil mayat Yohanes, lalu menguburkannya. Kemudian mereka pergi kepada Yesus dan memberitahukan apa yang sudah terjadi.
Setelah Yesus mendengar berita kematian Yohanes, Dia bersama kami murid-murid-Nya pergi naik perahu ke tempat yang sepi. Tetapi orang-orang mendengar bahwa Dia sudah pergi. Maka mereka berangkat dari kotanya masing-masing untuk menyusul Dia melalui jalan darat.

Perenungan:
Murid-murid Yohanes Pembaptis sudah beberapa kali bertemu Yesus:

  1. Saat Yohanes Pembaptis membaptis Yesus.
    Ketika itu Yohanes Pembaptis dan murid-muridnya menyaksikan sendiri peristiwa supranatural di mana turun Roh Kudus dari surga berbentuk seperti merpati dan ada suara dari langit yang mengkonfirmasi bahwa Yesus adalah Anak Allah.
  2. Saat diutus Yohanes Pembaptis yang dipenjarakan oleh Herodes, untuk menanyakan apakah Yesus benar-benar Mesias.
  3. Saat menyampaikan kematian Yohanes Pembaptis yang sangat tragis.

Reaksi Yesus ketika mendengar tentang kematian Yohanes Pembaptis di luar dugaan murid-murid Yohanes Pembaptis.
Keberadaan Yesus sebagai Mesias, Pembebas dan Penyelamat umat Israel, diharapkan menjadi Pribadi yang membebaskan Israel dari perbudakan bangsa Romawi, termasuk membela Yohanes Pembaptis yang diperlakukan sangat tidak layak oleh Herodes.
Namun yang terjadi adalah ..
Yesus menyingkir ke tempat sepi!
Ini benar-benar diluar ekspektasi.
Mungkin murid-murid berpikir…
Mengapa Yesus yang katanya Mesias itu seakan-akan seperti pengecut yang takut dibunuh juga oleh Herodes?
Yesus tidak sibuk menjaga image di hadapan orang, misalnya dengan menantang Herodes agar terlihat sebagai pribadi yang berani, kuat dan hebat. No!
Yesus malah menghindari konflik lebih lanjut dengan menyingkir ke daerah yang lebih sepi.

Yesus lebih mementingkan agenda Kerajaan Allah, yaitu memberitakan kabar keselamatan buat orang-orang berdosa yang akan binasa agar memperoleh hidup yang kekal, dibanding sibuk melakukan pencitraan, atau mengurusi masalah politik dan masalah duniawi lainnya yang bersifat fana, tidak kekal.

Yesus menyadari panggilanNya, sehingga tidak teralih kepada upaya pencitraan diri.

APLIKASI:

  1. Menyadari bahwa sebagai murid-murid Yesus, kita dipanggil untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai oleh Yesus, yaitu karya keselamatan untuk menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang.
  2. Berhati-hati untuk tidak terpancing lalu teralih kepada apa pun hal-hal yang terlihat baik namun bersifat fana, sehingga pekerjaan Kerajaan Allah menjadi tertunda bahkan terabaikan.
  3. Terus hidup dalam panggilan Tuhan, tidak kuatir & sibuk jaim (menjaga image) di hadapan manusia sehingga teralih dari panggilan Tuhan, dan menghabiskan banyak waktu & energi di hal-hal yang Tuhan tidak rancangkan.

Galatia 1:10
“Jadi bagaimana sekarang:
adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah?
Adakah kucoba menyukakan manusia?
Sekiranya aku masih mau menyukakan manusia,
aku bukanlah hamba Kristus.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here