Supaya Jangan Kita Menjadi Batu Sandungan Bagi Mereka

0
15

Oleh : IL

Matius 17:24-27

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”
Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”
Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya.
Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

Perenungan:
Pelajaran yang diperoleh dari nats di atas:

  1. Hikmat dalam mengambil keputusan
    Pertama, Yesus memiliki pengetahuan akan hukum yang berlaku, yaitu bahwa pajak yang disebutkan petugas bea Bait Allah sebenarnya hanya dikenakan kepada orang asing.
    Namun Yesus tidak ngotot bahwa ia tidak mau membayarnya.
    Dengan sangat rendah hati Yesus mau membayar pajak tersebut.
    Karena hal tersebut berdampak baik untuk pekerjaan Kerajaan Allah yang Yesus lakukan.

Keputusan Yesus bukan hanya memertimbangkan aspek legal/hukum saja, bahwa ketika ia tidak membayar pajak maka itu sesuai hukum yang berlaku, tidak ada pelanggaran hukum, tetapi Yesus juga memerhatikan aspek sosial, dampak yang akan terjadi bila keputusan tersebut diambil, apakah akan memuliakan Tuhan atau sebaliknya akan menjadi batu sandungan.

  1. Kemampuan untuk menjalankan keputusan yang benar
    Yesus bukan hanya membuat keputusan yang benar & baik, namun memberikan solusi sehingga keputusan tersebut dapat dijalankan.
    Saat itu baik Yesus maupun Petrus sepertinya tidak sedang memegang atau memang sedang tidak memiliki uang sebesar 4 dirham untuk dibayarkan kepada pemungut bea Bait Allah tersebut.
    Dan Yesus menyediakan mujizatNya sehingga pajak tersebut dapat dibayarkan, dan Yesus juga Petrus tidak menjadi batu sandungan.

Aplikasi:

  1. Menyadari bahwa sebagai orang percaya, selain memiliki pengetahuan akan firman Tuhan juga perlu mengetahui tentang peraturan dan hukum yang berlaku sehingga tidak buta hukum.
  2. Berhati-hati untuk tidak mendasarkan keputusan hanya pada aspek hukum saja, sehingga cenderung menjadi seorang legalist yang tidak mempertimbangkan dampak pada aspek lain seperti sosial, dan lain-lain. Dalam mengambil keputusan yang menguntungkan kepentingan Kerajaan Allah.
  3. Melatih diri untuk selalu meminta hikmat Tuhan dalam mengambil setiap keputusan, sehingga dihasilkan keputusan-keputusan yang benar dan berdampak baik bagi Kerajaan Allah, tidak menjadi batu sandungan namun memuliakan nama Tuhan.
  4. Selain dapat membuat keputusan yang benar, orang percaya perlu mengeksekusinya menjadi sebuah tindakan yang sesuai dengan keputusan tersebut.
    Mari minta kemampuan dari Tuhan sehingga kita dapat menjalankan keputusan yang benar tersebut.
    Menyadari bahwa ketika kita tidak mampu, Tuhan menyediakan mujizatNya yang akan memampukan kita untuk bertindak benar seperti seharusnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here