Whole heart and Willing Mind

0
493

Oleh : AP

1 Tawarikh 28:5-6, 9 (TB) Dan dari antara anak-anakku sekalian — sebab banyak anak telah dikaruniakan TUHAN kepadaku — Ia telah memilih anakku Salomo untuk duduk di atas takhta pemerintahan TUHAN atas Israel.
Ia telah berfirman kepadaku: Salomo, anakmu, dialah yang akan mendirikan rumah-Ku dan pelataran-Ku sebab Aku telah memilih dia menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi bapanya.
Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.

Perenungan
Nasihat terakhir raja Daud bukan mengenai bagaimana mengokohkan kerajaan Salomo tetapi membicarakan proyek besar pembangunan Bait Allah.

Dan Salomo sebagai man in charge diberi wejangan bahwa langkah pertama Salomo adalah mengenal Allahnya Daud.

Daud mengingatkan Salomo agar beribadah dengan tulus iklas dan rela hati karena Tuhan mengetahui segala hati.

Selama Salomo mencari Tuhan maka ia berkenan ditemui tetapi bila Salomo menyimpang daripadanya maka Tuhan akan membuangnya.

Penerapan
Daud memberikan nasihat kepada semua orang percaya bahwa dalam beribadah faktor hati dan pikiran sangat penting.
Hati dan pikiran harus setia dan sungguh-sungguh bukan paksaan, bukan karena ritual, bukan karena kebiasaan/rutinitas.

Mungkin kita semua rutin beribadah ke rumah Tuhan tetapi Daud sekali lagi mengingatkan kita semua bahwa beribadah kepada Tuhan harus dilakukan dengan sepenuh hati (whole heart) dan sepenuh kesadaran kita (willing mind) bukan terpaksa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here