Ternyata…. Super Saleh Saja, Tidak Cukup !

0
190

Oleh : IL

Ayub 38:2-3
“Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan?
Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.

Ayub 40:2
“Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa? Hendaklah yang mencela Allah menjawab!”

Ayat di atas adalah perkataan Tuhan sewaktu menjawab Ayub dalam badai.

Apa yang Tuhan katakan tentang Ayub?

  1. Menggelapkan keputusan (berani meragukan hikmat Tuhan)
  2. Mengeluarkan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan (perkataan bodoh & kosong – BIMK)
  3. Pengecam
  4. Berbantah dengan Tuhan
  5. Mencela Allah

Perenungan:
Ayub seorang yang begitu saleh, sampai Tuhan sendiri yang mengatakan……. tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” (Ayub 1:8b)

Namun karena belum sungguh-sungguh mengenal Tuhannya…ketika Tuhan mengijinkan pencobaan datang…Ayub menjadi tawar hati, hilang harapan, putus asa, bahkan….berani mencela, mengecam, berbantah dengan Tuhan, meragukan hikmat Tuhan!

Mengapa bisa demikian? Karena pengenalan Ayub akan Tuhan baru sebatas apa yang didengarnya.
Dalam ketaatannya yang luar biasa kepada Tuhan, ternyata…. Ayub belum menjalin hubungan secara langsung dengan Tuhan, Allah yang ia sembah.

Ayub 42:5
Hanya dari kata orang saja *aku mendengar tentang Engkau,*tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Pengenalannya akan Tuhan baru sebatas di kulit permukaan. Ketika mengalami guncangan.. Ayub hampir saja kehilangan harapannya kepada Tuhan.

Berbeda dengan Daud…Dalam kitab Mazmur berkali-kali kita menemukan curahan hati Daud kepada Tuhan.
Terkadang muncul saat Daud mempertanyakan Tuhan.

Mazmur 22:1-2
…..Mazmur Daud. Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku.
Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang.

Daud juga mengalami saat-saat di mana ia direndahkan, dihina.

Mazmur 22:6-7, 16
Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak.
Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya.
Sebab anjing-anjing mengerumuni aku,

Namun.. Daud selalu kembali mengingatkan dirinya, tentang kedahsyatan kepedulian Tuhan yang ia sembah.
Dan itulah yang menjadi kekuatan Daud.

Daud mengenal sungguh-sungguh siapa Allah yang ia sembah. Daud memiliki hubungan yang erat dengan Allahnya, Bapanya.
Sehingga dalam mazmurnya Daud melukiskan hubungannya dengan Allah, yaitu seperti domba dan Gembalanya dan banyak sekali panggilan kepada Tuhan yang menggambarkan pengalaman Daud berjalan bersama Tuhan.

Mazmur 18:2
Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!

Kesimpulan:

  1. Kesalehan tanpa pengenalan yang benar kepada Tuhan, tidak cukup untuk bertahan menghadapi pencobaan yang berat
  2. Pengenalan yang benar akan Allah, akan menjaga kita dapat bersikap hormat kepada Tuhan akan menjauhkan kita dari bersikap tidak patut, seperti mempertanyakan keadilan Tuhan, meragukan kuasaNya.

Aplikasi:
Terus bangun hubungan dengan Allah Pencipta, Gembala & Bapa kita. Terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan kita…itulah satu-satunya yang menjadi kekuatan untuk dapat bertahan menghadapi pencobaan-pencobaan, sehingga memampukan kita dapat mencapai garis akhir.. finishing well.

Filipi 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

2 Petrus 3:18
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here