Bersekutu dengan Orang Fasik

0
317

Oleh : AP

2 Tawarikh 18:1, 3 (TB) Ketika Yosafat kaya dan sangat terhormat, ia menjadi besan Ahab.
Berkatalah Ahab, raja Israel, kepada Yosafat, raja Yehuda: “Maukah engkau pergi ke Ramot-Gilead bersama-sama aku?” Jawabnya kepadanya: “Kita sama-sama, aku dan engkau, rakyatmu dan rakyatku, aku akan bersama-sama engkau di dalam perang.”

Perenungan
Apakah Tuhan membeda-bedakan orang sehingga mengatur dengan siapa kita berteman?
Apa maksudnya ketika Daud (Mazmur 1) dan Paulus berkata jangan bergaul dengan orang fasik?
1 Korintus 15:33 (TB) Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Yang dimaksudkan adalah impartasi atau pengaruh buruk nya yang membuat tindakan kita menyimpang dari Firman.

Raja Yosafat adalah seorang takut Tuhan tapi ia salah besar dgn bersekutu (bergaul erat) bahkan menikah dengan anak Ahab, orang yang tidak takut Tuhan.

Penerapan
Tuhan tidak pernah melarang kita mempunyai teman yang berbeda keyakinan.
Tetapi Tuhan melarang kita mengikuti atau mengadopsi cara-cara yang berlawanan dengan Firman Tuhan.
Kalau anda tidak bisa jadi pemimpin, berarti anda follower.
Tuhan melarang kita menjadi follower rohani orang fasik.

2 Tawarikh 19:2 (TB) Ketika itu Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau.

Lihat akibatnya orang sekaliber Yosafat pun bisa kena murka Tuhan dalam hal pergaulan ini.

Amsal mengatakan pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here