Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku

0
169

Oleh : IL

Mazmur 104 diawali dengan perintah “PUJILAH TUHAN!”
Menarik sekali, pada mazmur ini pemazmur memberikan perintah kepada dirinya sendiri, yaitu kepada jiwanya (soul).
Kemudian pemazmur mendeklarasikan betapa besarnya Tuhan, karya-karyaNya di alam semesta yang tak tergapai oleh kemampuan akal manusia.

Mazmur 104:5 (FAYH)
Engkaulah yang meletakkan dasar bumi sehingga bumi tidak mungkin berantakan.

Allah menempatkan bumi di antara benda-benda langit yang lain, matahari, panet-panet lain, bulan, di dalam galaksi.
Tuhan mengaturnya dengan begitu teliti sehingga kondisi bumi (suhu, kadar oksigen, kelembaban, air, dan lain-lain) tepat dan sesuai yang dibutuhkan makhluk ciptaanNya untuk dapat hidup.

Dengan hikmatNya yang begitu super canggih, Allah menempatkan ciptaan-ciptaanNya di tempat tertentu sehingga semua saling berkaitan,
ada rantai makanan, ada daur air, siklus karbon, siklus oksigen, siklus nitrogen, dan seterusnya.
Semua Tuhan atur sedemikian rupa sehingga seluruh ciptaanNya terpelihara.

Banyak sekali hal luar biasa yang Tuhan lakukan. Percayakah kita bahwa Tuhan mengatur sedemikian rupa termasuk menyediakan makanan bagi seluruh hewan-hewan ciptaanNya?

Mazmur 104:21 (BIMK)
Singa-singa muda mengaum mencari mangsa, meminta makanan yang disediakan Allah.

Dan dengan hikmatNya yang luar biasa, banyak lagi hal-hal yang Tuhan lakukan, yang tidak terpikirkan.

Di bagian akhir ada 3 hal yang dituliskan oleh pemazmur.
a. Komitmen pemazmur
Aku akan bernyanyi bagi TUHAN sepanjang hidupku.
Aku akan memuji TUHAN sampai nafasku yang penghabisan. (33)

c. Pemazmur mengutuk orang yang tidak mau memuji Tuhan
Biarlah binasa semua orang yang berdosa
—semua yang tidak mau memuji Dia.

Lalu, pemazmur menutup dengan komitmen yang tegas, bahwa sekalipun orang lain tidak mau memuji Tuhan, pemazmur akan tetap memuji Tuhan!

Tetapi aku akan memuji Dia. Haleluya!

Perenungan & Aplikasi:

  1. Apakah karya dan perbuatan-perbuatan Tuhan masih membuat kita terkagum-kagum, sehingga dari hati kita muncul pujian dan ucapan syukur kepadaNya?
  2. Komitmen apa yang kita akan lakukan sebagai ungkapan syukur atas rancanganNya, pemeliharaanNya & perbuatan-perbuatanNya yang ajaib?
  3. Apakah saat ini saya masih suka memuji Tuhan?
    Seberapa serius keharusan memuji Tuhan bagi seorang yang mengaku sebagai umat Tuhan?
    Mengapa pemazmur sampai mengutuk orang yang tidak mau memuji Tuhan (35a)?
  4. Saat jiwa tertekan, masalah menghimpit sehingga sulit bagi kita untuk memuji Tuhan…
    Mari… seperti yang pemazmur lakukan..
    Perintahkan jiwa kita untuk memuji-muji Tuhan, mengarahkan pandangan kita kepada betapa besar perbuatan Tuhan, betapa dahsyat rancangan-rancanganNya, betapa besar kepedulian-Nya sampai semua binatang saja Tuhan perhatikan dan pelihara… terlebih lagi kita!
    Mari naikkan pujian dan syukur kepada Tuhan.. bukan hanya saat semua baik-baik saja..namun …. saat tertekan & dalam masalah pun.. tetap dapat memuji Tuhan.
    Ubah pikiran-pikiran negatif menjadi pikiran yang tertuju pada Tuhan, melihat kebesaranNya.

PUJILAH TUHAN, HAI JIWAKU!

Matius 10:29-31
Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.
Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here