Menunggu Waktunya Tuhan

0
216

Oleh : IL

Setelah kematian Saul di medan perang melawan Filistin, Daud kemudian menjadi raja, namun baru atas suku Yehuda belum atas seluruh Israel. Karena suku-suku lainnya masih diperintah oleh keturunan Saul.

Ketika pertarungan uji kekuatan antara kedua pasukan dilakukan, terbukti bahwa kekuatan tentara Daud jauh lebih kuat dari tentara Saul. 19 yang tewas dari pasukan Daud, dibandingkan dengan 360 yang tewas dari tentara Saul. (2 Samuel 2:30-31)
Tetapi Daud memutuskan untuk tidak “mengkudeta” tahta keturunan Saul meskipun ia punya kekuatan untuk melakukannya,
dan sesungguhnya ia sudah diurapi menjadi raja. Daud memilih untuk menunggu waktunya Tuhan.

Akhirnya tibalah waktunya Daud dikukuhkan sebagai raja atas seluruh Israel.

Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.
Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah.
Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda. (2 Samuel 5:3-5)

Beberapa peristiwa yang terjadi yang berdampak pada naiknya Daud ke tahta kerajaan Israel, sebagai berikut:

  1. Saul dan Yonatan mati di medan perang saat melawan Filistin.
  2. Abner, panglima tentara Saul membelot ke pihak Daud bukan karena diajak oleh Daud, tapi karena ia tersinggung oleh Isyboset, anak Saul.
    Dengan menggunakan pengaruhnya sebagai panglima Saul, Abner mengajak bani Benyamin (suku raja Saul), dan seluruh tua-tua Israel dari suku Israel lainnya untuk mendukung Daud menjadi raja.
  3. Isyboset dibunuh oleh pengikutnya sendiri yaitu Baana dan Rekhab.

Kejadian-kejadian di atas bukan terjadi atas usaha Daud dan Daud sama sekali tidak terlibat di dalamnya.

Perenungan:
Daud diurapi menjadi raja sekitar usia 20 tahun, namun tidak langsung diangkat menjadi raja.
Daud mengalami proses yang tidak mudah, dikejar-kejar raja Saul selama kurang lebih 10 tahun sampai akhirnya ia diangkat menjadi raja.
Itu pun tidak mudah, karena hanya suku Yehuda saja yang mengakui kepemimpinan Daud.
Dengan sabar Daud menantikan waktunya Tuhan. 7 tahun 6 bulan kemudian tibalah waktunya Tuhan mengangkat Daud menjadi raja atas seluruh Israel. Tahta kerajaan Israel beralih dari dinasti Saul kepada Daud. Dan hal itu terjadi tanpa paksaan dari pihak Daud. Apa yang Tuhan telah tetapkan pasti akan terjadi, dan semua ada dalam kendali Tuhan.

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Mazmur 37:34
Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan.

Aplikasi:

  1. Bersabar dan tidak terburu-buru ingin segera melihat penggenapan janji Tuhan.
  2. Tetap percaya sekalipun belum melihat.
  3. Menjalani proses dengan kekuatan dari Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here