Memiliki Hikmat & Keberanian Untuk Dapat Bertindak Tepat

0
48

Oleh : IL

(BE Markus 15:43-46)

Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.
………
Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu.
Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu.
Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.

Perenungan:
Yesus disalibkan, dan dianggap penjahat besar oleh seluruh rakyat.
Beberapa waktu sebelumnya orang-orang yang sama berseru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!” (Lihatt Markus 11:9-10)

Dan tidak lama setelah itu…orang-orang yang sama berteriak…. “Salibkanlah Dia!” (Markus 15:14)
Ekspektasi bahwa Yesus lah yang akan menjadi pembebas dari jajahan Roma, berubah menjadi tuduhan kebencian yang menganggap Yesus penyesat, penjahat penghujat Tuhan yang mengaku sebagai Tuhan.
Sampai akhirnya…..Yesus ditangkap…diadili…disalibkan….dan terlihat sama sekali tidak ada kuasa apa pun..terlihat sama sekali tidak berdaya!
Bukan hanya rakyat yang pernah berbondong-bondong mengikuti dan memuja Yesus, bahkan murid-muridNya sendiri pun menganggap…
sirna sudah pengharapan mereka..
Sungguh tak terbayangkan…. malah begini jadinya…?!!

Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang pernah memujaNya, tidak seorang pun dari sedemikian banyak orang yang telah disembuhkan Yesus, telah dicelikkan, telah disembuhkan dari kerasukan roh jahat, telah dibangkitkan dari kematian… tidak seorang pun dari murid-muridNya,
tidak seorang pun yang berani mengakui secara terus terang…bahwa mereka ada di pihak Yesus, yang saat itu dipandang sebagai sang penjahat besar!

Tetapi Yusuf, dari Arimatea, seorang anggota Sanhedrin, memberanikan diri…. mempertaruhkan jabatannya.. datang kepada Pilatus meminta mayat Yesus untuk dikuburkan.
Dan Yusuf dengan sangat hormat, menurunkan dan mengapani mayat Yesus dengan kain lenan, kain yang dipakai oleh raja & kalangan bangsawan.
Yusuf juga menyediakan kuburan baru bagi Yesus.

Yusuf dari Arimatea, mungkin tidakdk mengerti mengapa Yesus, seperti tanpa kuasa, menyerah begitu saja saat ditangkap, dihakimi dengan pengadilan yang tidak adil, sampai disalib dan mati.
Tetapi Injil mencatat, bahwa ia adalah seorang yang menanti-nantikan Kerajaan Allah.
Sekalipun ia tidak mengerti..Ia tetap melakukan hal yang benar, yang berkenan kepada Tuhan.
Yusuf tahu…bahwa bukan karena kuat gagahnya…sehingga ia menjadi seorang yang Tuhan pilih, Tuhan gerakkan hatinya untuk mengurus mayat Yesus.
Namun hanya oleh karena anugerah..karena ia setia menanti-nantikan Kerajaan Allah tanpa teralih atau terdistraksi oleh apa pun yang terjadi,
yang mungkin mengecewakan..yang sulit sekali dimengerti..

Yusuf dari Arimatea, memilih mengambil resiko dipecat dari Sanhedrin, dianggap hina karena sepihak dengan penjahat besar, memilih melakukan yang benar, yang berkenan kepada Tuhan, daripada sibuk mencari keamanan untuk dirinya sendiri.

Aplikasi:

  1. Mengutamakan kepentingan Kerajaan Allah lebih dari mencari keamanan untuk diri sendiri.
  2. Saat belum mengerti, belum dapat memahami maksud Tuhan….tetap terhubung dengan Tuhan,agar dapat memiliki hikmat dan keberanian untuk dapat bertindak tepat, seperti Yusuf dari Arimatea.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here